Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Homework #3 Februari 19, 2008

Filed under: Naik Tangga — muliaarif @ 4:57 pm

Menghormati cara orang lain membentuk dunianya adalah pekerjaan susah, susah, susah, gampang. Secara teori kita paham benar bahwa setiap orang dibesarkan dilingkungan yang berbeda, sehingga membawa nilai dan kepercayaan yang melatarbelakangi tingkah lakunya. Tidak jarang kita begitu getol untuk mengubah seseorang sesuai dengan ‘kacamata’ nilai dan kepercayaan yang kita miliki sehingga bisa sepaham, tapi syukurnya, lebih sering gagal daripada berhasil… he…he…

Ada cerita yang bisa jadi referensi: ” Ketika saya masih muda, bebas berimajinasi, saya bermimpi mengubah dunia. Semakin tua dan bijaksana, ternyata saya temukan dunia tidak berubah, sehingga saya pun menyederhanakannya untuk mengubah negeri. Namun ternyata negeri saya tidak berubah, dan usia makin bertambah. Akhirnya usaha terakhir saya adalah berupaya untuk merubah keluarga, orang-orang terdekat, dan idem ditto, nggak ada yang berubah.
Sekarang saya terbaring sekarat di ranjang kematian, tiba-tiba saya menyadari: bahwa yang seharunya pertama kali saya lakukan adalah mengubah diri sendiri, kemudian memberi tauladan sehingga bisa mengubah keluarga. Dorongan dan inspirasi mereka memungkinkan saya untuk memperbaiki negeri, dan siapa tahu, saya mungkin bisa mengubah dunia.” — Anonim —

Sudah waktunya untuk bisa “berbaur” dengan “suku” yang berbeda, yuk, merenung bentar….

Source: Dr Ibrahim Elfiky, Terapi NLP….

MA, Jkt 19 February 2008, 16.48 PM, ……

 

6 Responses to “Homework #3”

  1. baliazura Says:

    seharunya pertama kali saya lakukan adalah mengubah diri sendiri

    aduh mbak wise banget dan simple.
    karena tinggkat pengetahuan,penyimpulan dan pemikiran masing-masing orang berbeda jadi ya yang pertama bisa kita ubah adalah diri kita sendiri.
    syukur-syukur auranya bisa membias keluar dan meng-inspirasi seseorang.

    semangat…

  2. muliaarif Says:

    baliazura: Iya ya, terkadang yang simple itu lebih meaningful. Semoga aura bisa membias dan menjadi ‘frekuensi’ tanpa kata namun sampai di ‘receiver’ hati banyak orang. Sip, tetap semangat!

  3. agoyyoga Says:

    Yang ini maksudnya?

    Sudah waktunya untuk bisa “berbaur” dengan “suku” yang berbeda, yuk, merenung bentar….

  4. muliaarif Says:

    Yoga: bacalah kembali dengan penuh cinta dan kasih sayang, dan engkau akan di bawa pada pemahaman baru… Sebaru apakah itu? (menekete!)😛

  5. nh18 Says:

    Dr Ibrahim Elfiky ??
    Hmmm aku belum habis membaca bukunya …
    untuk tiap pembahasan saya mesti dua tiga kali membacanya …
    maklum sudah berumur …
    hehehe

    http://theordinarytrainer.wordpress.com

  6. muliaarif Says:

    nh18: Sama, memang butuh berulang-ulang karena dibutuhkan pemahaman dan keselarasan hati, biar otak ama hatinya kompak. Sip ya….
    Tetap semangat!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s