Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Homework #1 Januari 29, 2008

Filed under: Naik Tangga — muliaarif @ 5:17 pm

Dalam satu sesi perbincangan dengan rekan yang topiknya tentang hasil assement aku. Ada beberapa item yang butuh perbaikan. Dari beberapa item yang disebutkan, rekan berbincang meragukan kebenaran hasil assessmentku tersebut. Aku hanya tersenyum, berkata “boleh saja aku diberi penilaian tentang aku, aku terima itu sebagai masukan yang konstruktif, satu hal yang tidak pernah aku biarkan adalah, aku tidak akan pernah membiarkan judgement orang lain membuat aku meng’kerdilkan’ diri sendiri”

Cukup sudah sepanjang hidup ini, penjara-penjara pikiran yang membelenggu pikiran kita, mendogma kita, sampai kita berhenti pada titik bahwa kita sulit untuk berhasil. Pada saat kita mencoba untuk menjadi diri sendiri, membuat terobosan-terobosan yang baru dalam berkarya dengan mudah orang berseloroh “sudahlah, pakai cara biasa aja, seperti orang kebanyakan”
Apa yang terjadi kalau kita percaya? Mudah ditebak, kita jadi peniru, tidak kreatif, takut gagal karena tidak berani mencoba hal yang baru. Belum lagi kalau melihat orang lain yang berseberangan, pasti deh terlihat aneh… abis, tidak seperti orang kebanyakan. Padahal, bisa jadi kitalah yang tidak percaya diri karena tidak punya kepribadian, pendirian.

Belajar dari pengalaman sendiri, begitu besar energi dan fokus serta pencerahan-pencerahan baru dibutuhkan untuk memformat ulang memori yang sudah terlanjur diisi oleh dogma-dogma untuk memilih menjadi orang biasa (baca: tidak optimal berusaha untuk lebih baik). Padahal kalo mau membandingkan secara simple, apa bedanya waktu kita yang 24 Jam dengan waktu orang-orang yang bisa mengoptimalkan hidupnya lalu sukses? Waktu kita tetap sama, tidak lebih jam,menit maupun detiknya.

Tentu saja dibutuhkan ilmu yang terus bertumbuh, kemauan untuk lebih baik dari hari kemarin, sehingga kita bisa mempunyai kepribadian yang kuat. Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah dan kemudahanan untuk kita semua, sehingga kita menjadi manusia yang berkualitas, yang menjadi solusi di tumpukan masalah bukan bagian dari masalah, dan kemudian dengan indahnya kita temukan diri kita sendiri dengan segala kelebihannya….
Mari berusaha mulai hari ini, dari diri sendiri…. Tetap semangat!

MA, Jkt 29 January 2008, 16.30, Hello myself, this is your homework!

 

6 Responses to “Homework #1”

  1. baliazura Says:

    ini juga homework buat saya mbak.
    memang dunia luar itu lebih mudah diterima dan dipercaya meskipun belum tentu apa yang dunia luar katakan tentang kita itu benar.reformat pikiran cara terbaik untuk keluar dari penjara statement pikiran mereka.just say I’m different begitu juga mereka.

    tetap semangattt

  2. agoyyoga Says:

    Out of the box…
    udah mbak gak usah repot-repot… takut gw gak jadi 1 in a million lagi… huehehehe…

    *lari… takut ditimpuk!!*
    😀

  3. muliaarif Says:

    bAlIaZuRa: Sip Bli, PR bareng yak, nggak pake nyontek tapi…. hiks

    Yoga: Speechless….

  4. Agoyyoga Says:

    Semangat pagii!!!

    Ini komentar seriusnya;-
    Jangan takut untuk menjadi one in a million *seperti saya😀 * sebab dunia ini hampa kalau semua orang sealiran… eh nglantur lagi yak…

    Yang penting apapun pendapat orang jangan sampai membuat pikiran kita menjadi picik. Disini fungsi pengendalian diri harus berperan penuh. Setuju dengan yang disampaikan mbak, kita membutuhkan “amunisi” sebelum maju ke medan pertempuran sesungguhnya, caranya dengan menyerap ilmu dan memperdalamnya. Tentunya ilmu yang bermanfat ya.

    Pernahkah terpikir, ilmu itu semakin kita perdalam semakin kecil rasanya diri kita, jika menemui hal ini jangan berputus asa tetap maju dan terus belajar.

    Ada pula yang mengatakan kebanyakan orang memperluas ilmu bukan mendalami ilmu. Menurut saya ini sah-sah saja, karena dalam kehidupan ini kita berhadapan dengan beraneka ragam permasalahan sehingga menuntut beragam ilmu untuk mengatasinya.

    Mungkin dulu pernah saya tulis, dalam manajemen dan leadership ibaratnya kita sedang bermain golf. Pada kondisi tertentu kita tidak bisa menggunakan stick golf yang sama, untuk itu kita harus memilih jenis stick apa yang cocok untuk medan yang kita hadapi. Nah dalam me-manage diri sendiri pun kira-kira sama.

    Kembali ke : berani tampil beda… sebenarnya masing-masing cuma menjalankan sunatullah, dengan perbedaan yang ada justru memperkaya pikiran dan diri kita toh? So jangan takut….

    🙂

  5. vin Says:

    🙂
    aku nggak berubah kok mbak, kecuali mencoba menjadi hamba yang lebih baik lagi

    -rose-

  6. muliaarif Says:

    Yoga: Aku bisa ngerasaian semangat Yoga sewaktu nulis comment ini. Thank you, I love your comment, and you still my 1 in a million!

    Vin: Ini comment Vin yang aku kenal… Sip-lah sista, semoga Allah selalu mudahkan jalanmu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s