Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Kembalinya sebuah jiwa Januari 3, 2008

Filed under: Puisi — muliaarif @ 5:06 pm

Kemana perginya sepotong hatiku?
Rasanya begitu hambar, tawar…
Ba’al…
Flat…
Aku tak pernah bisa menantang takdir
Karena aku hanyalah seorang pelakon
Aku hanyalah titik hitam kecil di lingkaran putih yang amat besar
Akh, ternyata cerita ini sampai juga padaku
Cerita dengan warna hitam dan putih
Realita bahwa ada hidup, ada mati
Dan waktunya untukku menyaksikan lagi dan lagi
Kekuasaan Sang Khalik, Sang Pemberi Hidup

Rabb, aku tunduk pada ketetapanMu
Meskipun ketetapanMu membawa sepotong hatiku
Karena telah membawa pergi sosok yang begitu aku cintai

Aku tunduk pada ketetapanMu Rabb
Karena aku hanyalah seorang pelakon
Yang juga kan kembali padaMu…
Lapangkanlah dada ini dengan samudra cintaMu yang sejuk
Gantilah kehilangan ini dengan sabar dan ikhlas

Innaa lillahi wainnaa ilaihi raajiuun…..

MA, Jkt 3 January 2008, 10.30 AM, Bye Mum, my heart is always yours…. (26.12.07 – 00.26)

 

11 Responses to “Kembalinya sebuah jiwa”

  1. mbak cantik..tetap semangat ya
    d yakin, bunda masih tetap menemani dari atas sana, karena semangat dan cinta bunda masih menyala di hati mbak

  2. baliazura Says:

    tetap semangat….

    saya blom kuat membayangkan saya sampai di bagian itu,
    namun realita hidup tetap akan menunggu bagian itu sampai kepada saya.

    semoga Dia memberi ketabahan , kelapangan dada dan mengajarkan kita
    tentang hidup agar kita ingat tujuan kita dan bersiap untuk hal seperti itu.

    semoga bunda mbak arif yang telah mewariskan semangat dan senyum termanis
    di trima di sisi_Nya

  3. muliaarif Says:

    Adek: Matur suksma nggih….

    Baliazura: Amien. Matur suksma…

  4. agoyyoga Says:

    Keep smiling… let’s your mum sees it…

  5. rickisaputra Says:

    yang sabar yo..
    cobaan itu hanya didatangkan kepada mereka yang memang sudah sanggup untuk menerima dan menjalaninya..

    best regard.,

  6. muliaarif Says:

    rickisaputra: Nggih,matur nuwun….

  7. sungai Says:

    sepotong hati, sekeping hati, perlukah ia ditanyakan ke mana pergi? tapi ada ga ya frasa seiris hati? hehe

  8. muliaarif Says:

    sungai: sepotong hati? kenapa tidak🙂

  9. Ratna Says:

    Berbahagialah Ibunda disana….memiliki anak yang tunduk dan ikhlas dengan ketetapanNya.
    Semoga ngga lama-lama baalnya Mba…
    Dunia butuh sensitivitasmu lagi🙂 *sok tau*

  10. muliaarif Says:

    Mbak Ratna: Thank you mbak Ratna…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s