Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Pahit November 23, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 5:39 pm

Pahit,
Kau ada di lidahku
Kau juga kadang bersemayam di dadaku
Dan kaupun obat bahagiaku
Begitu sering kegetiran itu datang
Karena hanya pahitnya yang ingin kucicipi
Namun jika aku berada di atas rasa itu
Dunia begitu indah, begitu luas

Pahit, terima kasih sudah mampir…

MA, Jkt 23 November 2007, 17.38, Bergulat di pojokan hati…

 

4 Responses to “Pahit”

  1. agoyyoga Says:

    Habis *makan* apa?

  2. vie Says:

    nice poem..i love it
    tak kan terasa manis tanpa ada pahit
    tak kan terasa bahagia tanpa ada duka

    Salam kenal..🙂

  3. baliazura Says:

    memang segala rasa itu harus di silahkan masuk jika dia ingin masuk dan berkunjung,mungkin dari situ kita bisa tahu berbagai rasa

    BTW,bukan pilem sipahit lidah kan:mrgreen:
    pisss…

    tetap semangat

  4. muliaarif Says:

    agoyyoga: Biasa Ga, sayur pare🙂

    Vie: Makasih ya, salam kenal juga. Makasih udah mampir ya!

    baliazura: Tetap semangat!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s