Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Kita lebih sering lupa untuk bahagia November 11, 2007

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 7:17 pm

Ingat sewaktu kecil? Kalau marah, marahnya total, kalau seneng, ya total juga. Fokus, 100%, dengan seluruh pikiran dan perasaan. Ini yang menggerakkan saya menulis. Saya ‘jealous’ dengan bocah-bocah imut yang main deket kos. Mereka begitu riang, seolah esok pasti bahagia, energi mereka begitu menyenangkan…
Kita pernah juga kan kecil? Pernah juga merasakan totalitas itu. Lalu apa yang salah? Basically, kita dengan personality kita yang sekarang adalah 20% genetik + 80% tempaan lingkungan. So who we are and how we react, rumusnya ya itu-itu juga.

Lalu apa hubungannya dengan kita sering lupa untuk berbahagia? Mungkin berhubungan mungkin juga tidak, tapi intinya adalah, saat kita hidup, kita terlalu sering melihat sisi gelap instead of sisi terang akan masalah. Kalau kita ditimpa masalah, seolah-olah bumi kan runtuh, semua isi bumi ini nggak berpihak dengan kita. Lalu rasa itu yang kita bawa kemana-mana, hingga saat kita kebagian untuk berbahagia, senang, gembira, mungkin saja bisa kita lakoni, tapi hanya setengahnya saja… Gimana nggak, sewaktu kita senang, berbahagia, kita tidak menikmati prosesnya secara total. Kita hanya sampai pada tahap senang dan gembira, full stop. Jarang rasa senang dan gembira kita rasakan secara total dengan ‘mengangkat’ rasa bahagia ke tingkat yang lebih tinggi, berterima kasih sama Allah. Sehingga rasa yang terhampar di dada adalah rasa kelapangan yang luar biasa, rasa syukur yang mengalir deras bahkan untuk masalah yang sedang dihadapi.

Mari mulai dari diri sendiri dan mulai hari ini!

MA, Jkt 11 November 2007, 19.20 Rainy sunday…

 

24 Responses to “Kita lebih sering lupa untuk bahagia”

  1. iphan Says:

    hehehe… kalo saya selalu inget kapan saya seneng. tapi mungkin maksudnya, kita sering lupa sama yang di Atas, saat kita lagi seneng… kalo itu, mungkin… manusia ini…

  2. muliaarif Says:

    iphan: he..he… maaf ya mas, mungkin bahasa saya yang terlalu sederhana. Tapi harap saya dari kesederhanaan itulah saya bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang sedikit berbeda.
    Thank you for dropping by!

  3. Yoga Says:

    Mau tahu kenapa.. coz, when we were a child, our brain is coherent… both left and right is balance. This is alpha condition…

    when we are an adult.. there are so many interaction with surrounding that makes ours incoherent… kacau kan… jadi dalam bersikap juga tidak sama lagi dengan anak kecil… kecuali gw khan mbak.. yang masih suka kekanak-kanakan sama mbak😉

    That’s way sometimes we need to be still… I have a article about it in my blog…agoyyoga like usually…

  4. muliaarif Says:

    Yoga: Thanks for the additional information.

  5. agoyyoga Says:

    You’re welcome mbak…. new picture… where have you take that? It’s really nice.

  6. ardyana Says:

    mmm…mungkin manajemen hati kita yang kurang🙂
    tegarlah wahai pencari!
    thanx y mbak

  7. muliaarif Says:

    agoyyoga: Gambar lama, ngambil dari kos yang lama. You’ve been there.

  8. muliaarif Says:

    ardyana: Yes, tetap semangat! Thank you for dropping by ya, have a great day!

  9. agoyyoga Says:

    Makanya kayak familiar🙂 not really sure in office area or somewhere.. mending nanya kan?

  10. Fakhrurrozy Says:

    Rasa bahagia akan hadir lewat wujud kesyukuran yg terjaga…

  11. muliaarif Says:

    Fakhrurrozy: semoga istiqomah ya Mas. Aamiin!

  12. kabarihari Says:

    Sependapat dengan postingan diatas mbak. Dulu saya sempat merasa begitu terpuruk dengan persoalan, putus asa & ngga bahagia, ternyata dengan merubah sudut pandang saya ke sisi yang lain (sisi terang & positif), sekarang saya ngerasa lebih bebas & bahagia..

  13. muliaarif Says:

    kabarihari: Subhanallah, kadang yang sederhana itu sering tertinggal ya mas, seolah-olah hidup itu susah banget. Alhamdulillah, akhirnya mas dapat juga salah satu anak kuncinya.

    Tetap bahagia dan Tetap Semangat!

  14. ravenshka Says:

    bahagia itu, bisa didapat dari :
    1. Sikap yang Selalu melihat kebawah, bukan keatas
    2. Bersyukur
    3. Semangat !!!!!!!!
    4. Sabar
    5. Shadaqah
    6. senyum orang lain
    Siapa yang bisa nambahin lagi………..??????????

  15. muliaarif Says:

    ravenshka: Menikmati rasanya secara total… pasti lebih maknyus!

  16. baliazura Says:

    sependapat dgn mbak yoga,
    kita dewasa tambah ruwet mikirin ‘enak ga enak’ dgn pandangan orang lain,jadi meskipun ga enak di bilang enak,akhirnya ya begitu jadi ga enak sekarang. tapi sekarang gimana caranya belajar membuat yang enak ga enak tadi menjadi enak dan menikmati enak itu dengan enak ;halah

    saya jadi ga enak nich..

    tetap smangat

  17. muliaarif Says:

    baliazura: Yuuk…
    Tetap semangat

  18. Yoga Says:

    Bli… Caranya, ndak usah terlalu dimasukkan di hati dan kepala… ibarat jeruk cukup diserap sarinya ndak usah dimakan kulit dan bijinya…
    Secukupnya lah…

  19. muliaarif Says:

    Yoga: wealah, selama ini aku salah toh. Kalo makan jeruk sa’ biji dan kulitnya.

    * sambil garuk-garuk kepala, bingung

  20. Yoga Says:

    Makanya… ;-D ini salah yang ngasih analogi hehehe…

  21. Baliazura, mbak mulia, mbak yoga….
    kok jadi kayak orang chattingan gitu? he..he..he..
    pokoknya tetap semangat aja deh…
    habis adek jadi speechless nih he..he..he…

  22. muliaarif Says:

    Adek: biasa dek, multi function😉

    Tetap semangat!

  23. agoyyoga Says:

    Adek : Ini namanya nimble mode… tolong diartikan sebagai *luwes*…

    cheers!

  24. Ucu Saprudin Says:

    mantap………!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s