Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Berbincang dengan sang hati November 8, 2007

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 5:35 pm

Beberapa hari belakangan ini, inspirasi lagi ‘seret’. Coba corat coret, tapi si hati protes, “bener neh mo nulis yang itu?”. Tapi lumayanlah, karena ternyata si Hati masih bersuara, masih protes. Ngasih advise, ini itu, untuk dipertimbangkan oleh si otak. Dua hari yang lalu ada peristiwa yang kurang menyenangkan (ukuran aku sebagai manusia🙂 ) Begitu rajinnya aku ngabsen sang hati, lagi berat kah atau ringan… Ternyata waktu kejadian itu, rasanya cukup berat, tapi nggak banget lah, namun cukup menggantung seperti mendung yang nunggu numpahin ujan. Bolak-balik, sana-sini. Akhirnya curhat ama Tuhan. Itupun juga masih tersisa perang hebat di dada, namun magicnya, aku dapat satu clue…. Aku tantang rasa nggak enak itu untuk keluar sekalian. Dan guess what? Tumpah ruah dengan meriah….

Kususuri satu-satu, ringan, berat. Pelan-pelan aku ngobrol sambil membujuk sang hati untuk mengakui bahwa kejadian itu memang ada dan sedang senang dengan aku. Si hati tak kasih tau, “mbok ya diterima saja karena itu realita” Setelah si hati manggut setuju, akhirnya pelan-pelan beban berat tadi berkurang, meskipun sewaktu nulis ini masih ada residue, tapi sangat significant bedanya….

Alhamdulillah, yang namanya latihan memonitor termometer perasaan itu sangat menantang. Tapi dari segala tantangan itulah terbentuknya ilmu dan cara baru untuk perbaikan dan pemeliharaannya, supaya ‘merkurinya’ bisa dipake lama.
Sudah dulu ya, aku mesti tugas jaga neh. Biasa, jagain si hati supaya bisa dimonitor kegiatannya, biar yang lain jadi managable. Semoga istiqomah. Aamiin. Tetap Semangat!

MA, Jkt 8 November 2007, 17.25, Akhirnya bisa nulis juga tanpa ‘diprotes’

 

8 Responses to “Berbincang dengan sang hati”

  1. agoyyoga Says:

    Berdamailah dengan hatimu… relaks mbak, relaks..🙂

  2. pertamaaxx…
    meski belum baca ha..ha..ha..

  3. sekarang baru comment🙂
    mbak aku bisa ngerasain deh waktu rasa ga enak itu tumpah ruah keluar dengan meriah, aku juga begitu kemaren, tapi kalo dah tumpah ruah keluar jadi sedikit lebih lega.
    ayo kita sama-sama memonitor termometer perasaan

    Tetap semangaaat!!!!!!!!

  4. muliaarif Says:

    adek: Yup, mari kita sering-sering ngukur thermometer perasaan, supaya kita selalu menjadi bagian dari solusi, bukan jadi tambahan masalah.

    Tetap semangat!!!!!!!

  5. muliaarif Says:

    Yoga: Peace Yoga… peace….🙂

  6. baliazura Says:

    lho koq saya ketinggalan ….
    wah dek koq saya di duluin..?

    echmm udah lama juga saya ga make deal dgn hati.
    dan saling akrab berbincang di sudut sepi

    tetep smangatttt

  7. muliaarif Says:

    baliazura: Adek udah ngimpi-ngimpi bakal postinganku, makanya sebelum matahari terbit dia udah ngacir duluan.

    Iya Bli, kita memang harus sering-sering ngobrol internal, karena itulah yang paling jujur!

    Tetap Semangat!!!!

  8. ubay anarki Says:

    Cermin Hati Sikap Diri.
    Begitulah tolak ukur bagi seorang manusia biasa.
    Namun, ada makna tersirat didalamnya…….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s