Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Rabb, aku mau curhat September 1, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 5:40 am

Hatiku menganga, merintih sakit
Begitu sulit untuk berdiri tegar
Semua mantra sudah kuucap
Namun otakku tak mampu jua menerjemahkan

Aku berdiri di sini
Dengan mata merah menahan tangis
Huh, begitu menyesakkan
Aku ingin menangis tapi takut menjadi lemah

Padahal siapa aku,
Aku bukan siapa-siapa
Bukan orang yang kuat
Bukan orang yang berkuasa

Rabb, begitu Maha Besar Engkau
Begitu Maha Kuat Engkau
Begitu Maha Rahim Engkau
Begitu aku membutuhkanMu

Aku kangen,
Bercanda, bercerita, menangis
MerasakanMu ada di sini
Aku kangen…

Rabb, aku tahu Engkau tidak pernah meninggalkan aku
Akulah yang tidak menyambutMu dengan cintaku
Akulah yang tidak melihatMu dengan mata hatiku
Akulah yang tidak pernah hadir

Rabb, seluas laut dosa-dosaku
Namun kasih sayangMu tidak pernah berhenti
Disetiap rejeki yang kunikmati setiap hari
Meskipun aku sangat jarang berterima kasih secara patut…

Rabb, aku kangen
Karena seberapa kuat aku berdiri bertahan
Menahan gejolak jiwa yang naik turun
Aku tidak pernah kuat

Rabb, aku mau curhat
Aku nggak kuat menahan semuanya sendiri
Aku butuh KasihMu menyebar di setiap sudut hatiku
Aku butuh jalan lurusMu di depanku

Rabb, aku lemah
Genggam aku dalam Kasih sayangMu
Pandang aku dengan cintaMu
Aku tidak bisa hidup tanpa petunjukMu

MA, Jkt 1 September 2007, 12.25, I miss YOU Rabb, indeed!

 

4 Responses to “Rabb, aku mau curhat”

  1. adi Says:

    puisinya pas buat aku. aku sudah lama gak Curhat sama Rabb.
    mungkin dengan puisi ini hari-hari ku dapat di isi dengan ibadah. trima kasih sudah memuat puisi ini.

  2. muliaarif Says:

    Subhanallah… terima kasih commentnya. Saya nulis buat ngingetin diri sendiri sebenarnya, tapi kalau bermanfaat untuk orang lain, saya akan sangat berbahagia. Semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan lurusNya di depan kita. Amin…

  3. baliazura Says:

    Ungkapan rasa yang di tulis dalam kata kiasan dan di susun dengan perasaan sangat indah apalagi ditulis dengan memasukkan makna yang timbul dari halusnya jiwa yang memangil.Saya juga sering menumpahkan rasa itu dalam susunan kata seolah kita sudah berbicara dengan yang Maha mendengar.

  4. muliaarif Says:

    What should I say? Allah Maha Baik. Ada aja jalan yang dikasih buat hambaNya untuk bisa dekat denganNya. Ada aja ‘tetes air’ pencerahan yang diselipkan diantara kerasnya hati…. Subhanallah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s