Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Just in case Agustus 24, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 1:06 am

Rabb, begitu banyak yang harus kupinta padaMu
Namun mengapa tak jua terucap
Hati ini tak menengadah bermohon
Tumpul seperti pisau, teronggok berkarat

Rabb, begitu aku membutuhkanMu
Di setiap langkah, setiap nafas
Namun mengapa hanya tanda tanya yang tersisa
Hampa seolah tak bernyawa

Rabb, kalaupun aku tak pantas bermaqam
Namun ijinkanlah, sedikiiit saja
Mengintip rahasia hidup ini
Biar aku tahu, ujung perjalananku yang sebenarnya

MA, Jkt 23 August 2007, 19.34, Hope I am ready when the time comes.

 

3 Responses to “Just in case”

  1. baliazura Says:

    Dia tau apa yang kamu perlu
    Dia hadir disetiap untaian DNA-mu
    Kegelisahan mu adalah hasrat
    dan pangilan untuk akhir tujuanmu

  2. journalx Says:

    saya suka membaca puisi anda, serasa ingin jadi pendeta atau biksu saja, biar kebingungan yang kadang menemani tapak hari sirna sejenak ditelan embun pagi, tapi apala daya cahaya dunia enggan beranjak didinding sukma, salam kenal

  3. muliaarif Says:

    Salam kenal balik buat Mas Journalx, thanx atas commentnya. Juga thanks berat but Mas Balizuara, your words deeply touch!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s