Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Babak Dalam Hidup Juni 30, 2007

Filed under: Renungan — muliaarif @ 12:51 am

Merasa begitu sepi dalam ramai. Hmm, apakah aku kehilangan ceriaku? Pemikiran-pemikiran positifku? Di mana aku ketika matahari terbit? Lalu di mana aku kala matahari terbenam? Ternyata aku nggak kemana-mana. Aku tetap duduk di atas kursi tua yang begitu setia melewati siang dan malam dengan tetap di tempatnya.

Sore tadi aku melewati jalan raya yang mulai macet, dengan wajah-wajah tidak ramah dari orang-orang di jalanan, entah apa yang ada di benak mereka. Aku juga melewati jalan rumah seseorang yang pernah sangat dalam tertancap di chip memoriku, dan mungkin masih. Memang, itu dulu, tapi kalau melihat lingkungannya yang tidak berubah, aku jadi punya pikiran nakal untuk mampir, he…he…

Hmm, malam ini ramai, tapi aku merasa begitu sendiri dalam kungkungan pikiranku. Semoga aku selalu ingat berada dan menapak di mana, supaya aku tahu dan sadar, bahwa hidup itu adalah episode berbabak, entahlah aku berada di babak yang mana, tapi aku selalu berharap, jika babak yang aku lewati sudah selesai, aku bisa kembali ke haribaan Ilahi yang tersenyum menyambutku. Semoga…

MA, Mks, 22 August 2005, 08.37 PM – old files

 

2 Responses to “Babak Dalam Hidup”

  1. MISYA Says:

    asslm…….makasih atas puisi2 kamu pokonya bagus dech!!!!!!!!!

  2. muliaarif Says:

    Misya: Wa’alaikumsalam WW, alhamdulillah. Sama2 ya mbak, terima kasih udah mampir.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s