Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Semangatmu mana? April 24, 2011

Filed under: Naik Tangga — muliaarif @ 5:09 pm

Kutelusuri kembali cerita lama dalam hidupku
Masih kurasakan keringat karena tatih langkahku yang jauh
Dari rumah sewa ke kantor
Ya, menyusuri rel kereta yang penuh batuan tajam
Sepatuku yang dibuat untuk jalan mulus
Sudah ngambek karena harus melewati batuan tajam setiap hari
Tapi semua itu berkah…
Karena semangatku sangat luar biasa
Untuk hidup
Untuk berkarya
Dengan segala yang kumiliki saat itu

Saat ini, melihat kembali gambar itu
Aku tersadar, aku kehilangan semangat itu
Semangat yang luar biasa yang pernah kumiliki
Semangat ibuku yang diturunkan lewat DNAku…

Semangatmu mana?
Kutanyakan pertanyaan itu pada diriku
Aku tak tahu jawabnya
Seperti menguap dengan semua mimpi-mimpiku yang tanpa batas
Yang dulu sering menggelayut, bahkan ketika aku terjaga

Semangatmu mana?
Pastinya masih di raga ini
Aku sedang mencari kuncinya
Agar aku berkeringat kembali mengejar apa yang kuimpi
Ya, semangat itu masih di sini
Di sini, di raga ini…
Kubisikkan pada hatiku, semangatlah!
Karena itu ada dalam DNAmu

MA, Jkt, 24 April 2011, Tetap semangat Bo’!

 

Love the day Juli 16, 2010

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 10:09 pm

Kalau hari ini putih
Esok hitam
Lalu biru
dan menjadi hijau…

Santai sajalah,
karena manusia tempatnya variasi
suasana hati yang berubah warna
seperti detik-detik yang pasti datang

Jika hari ini tanpa bahagia
tersenyumlah
Jika hari ini penuh bahagia
menangislah setetes
agar kakimu tetap berpijak
Nothing is perfect,
but your live is designed perfectly
be grateful
Love the day….

Jakarta, 16 July 2010 10.07Pm, when sleepy mode become my friend today

 

Blink! Januari 19, 2009

Filed under: Puisi — muliaarif @ 8:41 am

aku begitu menginginkannya
sampai dadaku penuh sesak
aku tertegun
begitu aku tak pernah tahu rahasia Tuhan
sangat amat rahasia

ketika kuberpaling
masa lalu bercerita, berkejaran
hmmm masa itu
aku ingin lupa
tapi sedikit cerita dariku
semakin ku menjauh, semakin nyata cerita itu

Kututup sebentar mataku
kukumpulkan kekuatan itu
kuhadapi kenyaataan itu
dan aku berhasil menerimanya
sebagai kenyataan
bukan sebagai ilusi, juga mimpi

oh kenyataan
ternyata memang engkau perlu ditemani
ditantang untuk berlari bersama
agar kau cerita hikmah dibalik dirimu

aku tatap sekali lagi
aku kuatkan hatiku
aku bisa
bisa berteman dengan kenyataan
menerima
dan dadaku tidak lagi sesak…

biar kuceritakan kawan
hadapi dan terima kenyataan
karena itu lebih indah daripada lari darinya
Blink!

MA, Jkt 18 January 2009, 21.21 Oops, I did it again!

 

Menulis cerita hidup Januari 15, 2009

Filed under: Puisi — muliaarif @ 5:31 pm

Menuliskan cerita hidup
Seakan tak ada titik di ujung kalimat
Terus menerus mengalir
Deras, deras, tak melambat…
Bagai air yang terjun bebas tanpa henti
Jauh, terus menjauh, tak mendekat…
Bagai burung yang bermigrasi ke benua lain
Terbang tak ingin kembali

Begitupun cerita hidupku
Terus berjalan melalui hari
Sejalur dengan rel yang telah berkarat
Namun khianat juga bersanding dengannya

Menulis cerita hidup
Seperti menulis cerita berulang
Tapi tidak di tempat yang sama
Tidak dengan obyek yang sama

Menulis cerita hidup
Seperti hitungan matematika yang paling rumit
Menguraikan rumus hidup yang paling tepat
Tapi tidak pernah dapat ponten 100

Menulis cerita hidup
Sangat sulit
Sampai aku tak tahu kapan berhenti…
Tapi sekarang aku putuskan untuk berhenti
Titik

MA, Jkt 15 January 2009, 17.29 PM, never ending road…

 

Flow like water

Filed under: Pojokan — muliaarif @ 12:16 pm

Dibukanya tahun 2009 bersamaan dengan bermulanya cerita baru, setidaknya itulah yang terjadi pada aku. Tahun 2009 banyak membawa hal baru, meskipun baru menginjak awal bulan. Begitu heboh sampai aku sendiri takjub, jub…jub….

Anehnya lagi, untuk 2009 ini aku tidak membuat resolusi apa-apa. Just flow like water… pokoknya ada yang berubah deh. Namun di tengah semua kejadian itu, aku ternyata banyak belajar. Belajar untuk ‘melihat lebih’, ‘mendengar lebih’ dan ‘berbicara kurang’. Entah sampai kapan aku akan berdiam sebagai ‘pengamat’. Atas lembar hariku yang setiap hari berganti…

Just flow like water, mungkin aku coba dengan ‘mode’ ini dulu deh, siapa tahu memang membawa pembaharuan.

MA, Jkt 15 January 2009, 12.13 pm… so silent….

 

Akhirnya… Januari 12, 2009

Filed under: Puisi — muliaarif @ 1:48 pm

Hadiah itu datang juga,
Wajahmu yang telah lama aku rindu
Kini bukan lagi hologram,
Wajahmu sungguh nyata….
Suaramu yang teduh
Membuatku luluh,
Aku bahkan tak sanggup menata hatiku
Aku terkesiap oleh keajaiban waktu

Oh,
Entah bahagia atau duka
Sungguh perih jika rindu meraba
Karena meskipun kau ada
Kau hanyalah sebuah wajah
Yang hanya bisa kurindu…

MA, Jkt 12 January 2009, 13.45 PM… my heart is yours, but yours?

 

Puisi Cinta

Filed under: Puisi — muliaarif @ 1:43 pm

Aku persembahkan puisi cinta
Untukmu pujaan hatiku
Yang mengisi sudut-sudut hatiku
Tanpa memberi celah untuk yang lain…

MA, Jkt 12 January 2009, 13.39 PM… for my own mirror…

 

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.