Jangan ngerasa…

•Maret 13, 2008 • & Komentar

Jangan ngerasa sudah kaya,
Kalau orang masih tercengang dengan kekayaan kita…
Jangan ngerasa sudah berilmu tinggi,
Kalau orang masih tidak mengerti apa ‘maksud’ kita…

Bukankah kebahagiaan yang hakiki adalah saat orang lain berbahagia, karena sudah terkena ‘imbas’ kekayaan dan ketinggian ilmu kita?

Kalau saat ini sudah berlimpah harta dan berilmu tinggi, jangan merasa itulah arti yang harfiah, jika masih banyak yang belum kita bagi dengan apa yang kita miliki… karena ternyata dengan tidak berbagi, semuanya hanya hologram saja, tidak nyata, tidak bernyawa.

MA, Jkt 13 March 2008, 16.12, duh….

So be it!

•Maret 12, 2008 • & Komentar

If I had a bad day, I’ll enjoy it
If I felt that the day is realy realy suck, I’ll laugh at it
Having bad day giving me enlighment
That when there is bad thing, there should be good thing come with it
Can I ask for more?
No, I just want to smile
And enjoy the feeling
As a human being
Nothing more and nothing less

MA, 12 March 2008, 07.57, So be it!

Sepuluh Maret

•Maret 10, 2008 • & Komentar

Lucu juga, hari ini, sepuluh maret, sesuai dengan akte lahir, aku dilahirkan. Biasanya sudah dipikirin, program hari-hari mendatang akan seperti apa. Tapi aku mulai hariku dengan mood yang sangat tidak nyaman. Biasanya sepuluh maret, aku mendapat telepon dari mum, terus ngomongnya begini: “selamat hari jadi ya,nak” (baca: selamat ultah), disambung dengan do’a-do’a pamungkas beliau.

Menjelang sore, ada kejutan baru. Aku dapet kado ultah, kue tart-nya seven grain yang kata temen-temen, uenak banget. Kuenya dapet dari adikku yang baik hati, SR. Meskipun jauh di ujung sulawesi sana, ada aja jalannya bisa berkonspirasi dengan Yoga agar kuenya nyampe. Thanks Peck! Yoga ama Mama Snowy ngasih mug buat ngupi. Cantik…

Well, setidaknya hari ini, meskipun aku tidak bisa penuh di hati karena mood yang nggak nyaman, aku masih punya orang2 yang inget “hari jadiku” and I thank them very much! I miss mum, I miss my “semangat pagi” today. What a day!

Semoga Allah memberiku sisa umur yang berkah dan mengijinkanku untuk mencapai bintang terangku, sebelum bertemu denganNya nanti. Aamiin.

MA, Jkt 10 March 2008, 17.01, Alhamdulillah….

Aku loh!

•Maret 5, 2008 • & Komentar

Bertemu teman lama selalu saja exciting. Gimana nggak, cerita lucu-lucu di masa lalu, gregetnya masih agak menggigit. Itu kalo ketemu temen yang ‘nyenengin’ alias banyak cerita lucunya, tapi gimana kalo ketemunya dengan teman yang dari pagi ampe pagi lagi yang ada hanyalah membuat orang lain tidak nyaman, almost every single minute. “Jangan gila dong!”

Berusaha menghindar, tapi takut dosa, jadilah pertemuan yang tidak terlelakkan. Here we go! Di kepalaku berputar-putar gimana cara keluar dari pertemuan ini secepatnya! Dzig, kesannya hiperbola banget yak, kayak ketemuan ama hantu aja… Tapi karena rasa sungkan akhirnya kucoba tuk bertahan, dan keputusan untuk bertahan itu membawa hasil. Aku menemukan temanku itu seperti terlahir kembali dan menjadi orang yang paling menyenangkan… Sorot matanya lembut, tutur katanya menyenangkan di gendang telinga dan aku tahu, itu datang dari hati yang tulus, bukan dibuat-buat. Tadinya mau lari malah saat itu berdo’a, semoga dia betah ngobrol dengan aku  :-)

Nah lo, pertemuan itu memang jadi pelajaran besar, bahwa menghargai, mencintai atau apapun namanya, tetap melihat “present time”.  Sekali lagi, present time. Saat ini, sehingga kita bisa tahu benar saat seseorang mengatakan “ini aku loh!”

 MA, Jkt 05 March 2008, 07.46, Imagination with no boundery….

Jika kita mampu, bukan berarti…

•Februari 28, 2008 • & Komentar

Jika kita mampu membeli sepiring nasi, bukan berarti kita berhak tidak menghabiskannya.
Jika kita mampu mandi dengan air berlimpah, bukan berarti kita berhak memboroskannya.
Jika kita mampu membeli kertas, tissue (materialnya dari pohon), bukan berarti kita berhak menggunakan kertas, tissue sebanyak nafsu kita inginkan.
Jika kita mampu membayar listrik, bukan berarti kita berhak menggunakan semua alat yang disuplai listrik sesering yang kita inginkan.
Dan kita tahu alasannya kenapa…

Jika kita mampu, bukan berarti….

MA, Jkt 28 February 2008, 07.42, Crossing the line

Motivasi itu apa?

•Februari 27, 2008 • & Komentar

Motivasi serapan dari bahasa latin, matere: bergerak. Kalo bahasa linggisnya: Motivation, motive dan action, tindakan yang dilakukan karena adanya motif.
Biar singkat kita langsung mbahas tipe motivasi yang terbagi 3;
1. Motivasi untuk keberlangsungan hidup.
Mendorong untuk memenuhi segala kebutuhan pokok, makan, minum, udara, dkk.
2. Motivasi external.
Motivasi yang kita dapatkan dari luar diri sendiri. Seminar, teman, buku, atasan. Namun sayangnya motivasi ini gampang ‘ngilang’ tertiup angin. Tahu kenapa? Karena datangnya dari luar, kalo ‘dengung’nya nggak terdengar lagi, motivasinya juga pelan-pelan ikut nggak ‘kedengeran’. Ini menjawab pertanyaanku, kenapa ya, setelah ikut pelatihan pengembangan diri, aku ‘tobat’nya hanya sebentar saja, nggak continue gitu… ehem…
3. Motivasi Internal
Motivasi inilah yang paling kuat pengaruhnya buat diri sendiri, karena datang dari diri sendiri, secara sadar penuh untuk memenuhi pencapaian yang diinginkan.

Singkat tapi lumayan membuka cakrawala baru. Semoga bisa memilih motivasi yang tepat agar istiqomah. Aamin. Tetap semangat!

MA, Jkt 27 February 2008, 17.30, go girl go!

Pintu-pintu yang terbuka

•Februari 26, 2008 • & Komentar

Pagi ini kusempatkan menelusuri halaman buku yang sedang kucemil. Ada bait kalimat yang begitu menggerakkan, tulisannya begini: Jika seseorang menutup satu pintumu, ingatlah bahwa Allah pasti membuka pintu yang lain.
Kusematkan kuat-kuat dalam hati, tancap di chip memory-ku, semoga bisa menjadi bahan bakar untuk terus termotivasi agar tidak pernah mentok. There is always other way. Tetap Semangat!

MA, Jkt 26 February 2008, 07.33, Cloudy morning, high spirit but!

Let’s just do…

•Februari 22, 2008 • & Komentar

English mode: On. This lovely friday, I would like to share something, food for though. It says: “We first make our habits, then our habits make us”. Make sure to read it carefully, as this is simple statement, catchy one but require faith to embed it to our heart. It sounds so naif if I say: lets make good habit, but I have no other words then that naif mode.
Well, If this is going to make us better person, why don’t we just do it.

MA, Jkt 22 February 2008, 17.27, Just do it, will you!

Homework #5

•Februari 21, 2008 • & Komentar

Hari ini aku coba menyatukan dua topik dari buku yang lagi aku ‘cemil’. Masih buku yang sama tapi nanti kita lihat seberapa bisa aku mencoba menggunakan bahasa dan pemahaman aku tentang dua topik ini.

Bahwa jika kita memahami seseorang, kita bisa “memisahkan” tindakan dan niatnya agar terhindar dari kekecewaan. Dzig, homework abis! Butuh keluasan hati, mata kedua yang siaga. Ya sudah, aku tidak akan membahas ini lebih lanjut, karena memang kita tinggal merenung bentar ntar juga dapet link-nya ke sejarah hidup kita, lalu klik!

Bahwa orang-orang melakukan hal-hal terbaik sebatas sumber-sumber yang mereka miliki juga sebenarnya bukanlah rule baru. Tidak jarang kita tersenyum sendiri jika mengingat kejadian masa lalu dan merasa bodoh telah melakukannya. Ternyata kata pak Dr. Elfiky, itu terjadi karena pada saat kejadian tersebut itulah pengetahuan dan sumber-sumber terbaik yang kita miliki. Ini juga sangat mendukung semangat bahwa ilmu memang harus terus bertumbuh…

Segini dulu, yang penting tetap semangat dan tetap mencoba untuk selalu ‘mengikat’ makna dari yang sudah dipelajari dengan menuliskannya. Syukur-syukur bisa ‘make it stick’. Aamiin.

Tetap semangat!

MA, Jkt 21 February 2008, 17.25 PM, Ikatlah makna dari detik ke detik berikutnya…

Homework #4

•Februari 20, 2008 • & Komentar

Peta bukanlah wilayah, demikian perumpamaan Alfred Corzibski, ahli matematika Polandia. Peta adalah persepsi, wilayah adalah hidup kita. Bahwa persepsi tidak sama dengan kenyataan, sering banget terjadi dengan kehidupan kita sehari-hari. Kalau kita kepentok masalah hanya ada dua cara melihatnya; masalah = bencana atau masalah = tantangan/cobaan. Kelihaian kita memilihlah yang pada akhirnya menentukan akhir cerita dari kisah tersebut. Tidak jarang kalau dihadapkan dengan masalah, rasanya kitalah yang menjadi orang paling malang di dunia ini… Ada satu cerita, seorang ibu sedang menunggu kereta api untuk pulang ke kampung halamannya. Namun karena ada keperluan yang sangat penting, Ibu tersebut keluar dari stasiun kereta dan berniat kembali secepatnya, sebelum kereta api berangkat. Namun, setibanya di stasiun, kereta api tersebut sudah berangkat. Ibu tersebut sangat amat marah. Dia menuju petugas kereta api sambil memaki-maki karena kereta api diberangkatkan lebih cepat dari jadwal.
Keesokan harinya, Ibu tersebut kembali lagi ke stasiun kereta api dan mendengar berita bahwa kereta api yang seharusnya ditumpanginya kemarin mengalami kecelakaan, sehingga banyak penumpang yang meninggal dunia. Ibu itu tersentak, “seandainya aku ikut kereta kemarin, mungkin aku menjadi salah satu korbannya”

Viuuuh, peta memang bukanlah wilayah. Semoga saja kita termasuk orang-orang yang tidak pernah berhenti mengaplikasian “teknik” ini di kehidupan sehari-hari, sehingga kita bisa lebih fokus untuk menyelesaikan hal-hal yang lebih penting. Siip, pasti bisa kalau usaha dan kemauan yang dashyat. Mari mulai dari sendiri dan mulai hari ini. Tetap semangat!

Source: Dr. Ibrahim Elfiky, Terapi NLP…
MA, Jkt 20 February 2008, 17.29, sound familiar?