Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Love the day Juli 16, 2010

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 10:09 pm

Kalau hari ini putih
Esok hitam
Lalu biru
dan menjadi hijau…

Santai sajalah,
karena manusia tempatnya variasi
suasana hati yang berubah warna
seperti detik-detik yang pasti datang

Jika hari ini tanpa bahagia
tersenyumlah
Jika hari ini penuh bahagia
menangislah setetes
agar kakimu tetap berpijak
Nothing is perfect,
but your live is designed perfectly
be grateful
Love the day….

Jakarta, 16 July 2010 10.07Pm, when sleepy mode become my friend today

 

Pintu-pintu yang terbuka Februari 26, 2008

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 7:35 am

Pagi ini kusempatkan menelusuri halaman buku yang sedang kucemil. Ada bait kalimat yang begitu menggerakkan, tulisannya begini: Jika seseorang menutup satu pintumu, ingatlah bahwa Allah pasti membuka pintu yang lain.
Kusematkan kuat-kuat dalam hati, tancap di chip memory-ku, semoga bisa menjadi bahan bakar untuk terus termotivasi agar tidak pernah mentok. There is always other way. Tetap Semangat!

MA, Jkt 26 February 2008, 07.33, Cloudy morning, high spirit but!

 

You are what you believe you are Januari 18, 2008

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 1:47 pm

This morning, I am in English mode. I would like to share a bit of ‘inside’ findings within myself. Well, truly indeed, many of us often think that we are good person, bad person, average, so forth. This is what we think, what we believe and represent ourselves as is. So, maybe it is a good time, to have a deep thinking, what we actually think about ourselves and what kind of response that we give to any condition with that thinking. Be objective!

There are many ways of changing behavior (if we think we have to change); one of it is Change Model. Start with realizing it, making decision, learning, doing it in steps, exercising, being consistent.

Have a think about it and make a real step to make improvement. Let’s start it, yes, now please….

MA, Jkt 18 January 2008, 08.25AM, Knock’in on heaven’s door….

 

Berpikiran positif atau berperasaan positif? Desember 6, 2007

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 11:32 am

Menurut penelitian, dalam sehari ada 6500 pikiran yang berseliweran di kepala kita. Pikiran itu bisa positif atau negatif. Nah, seandainya pikiran-pikiran yang berseliweran tadi kita tangkapin yang negatif terus kita poles menjadi pikiran positif, maka silahkan hitung berapa banyak waktu yang akan kita habiskan untuk aktifitas poles memoles tadi.

Sebenarnya ada cara yang lebih elegan dan cerdas, yaitu memelihara perasaan positif. Agak aneh memang, kita yang terbiasa di ‘papar’ pelajaran untuk selalu berpikir positif diminta untuk menggeser pemahaman agar berperasaan positif.

Question; mengapa kita butuh berperasaan positif dan bagaimana caranya agar bisa selalu berperasaan positif?

Kita butuh berperasaan positif agar semua pikiran yang berseliweran tadi selalu mempunyai wadah (hati/perasaan) yang siap menampung, negatif atau positif. Coba perhatikan, kalau hati kita senang nyaman, enak, peristiwa yang tidak menyenangkan jadi lebih ringan, karena wadahnya siap, lapang. Intinya, dengan berperasaan positif kita bisa lebih siap dan lebih ‘lentur’ bin ‘luwes’ dalam menghadapi setiap benturan dari dalam atau luar diri kita.

Nah, gimana mengusahakan agar selalu berperasaan positif? Sering-seringlah menurunkan frekuensi otak dari beta ke alfa zone. Lalu gimana caranya agar bisa mencapai alfa zone? Good question huh? Dianjurkan untuk sholat yang khusyuk, dzikir yang bersungguh-sungguh sepenuh hati, “hadir” di setiap kegiatan, bersyukur di setiap momen, dan masih banyak cara lainnya. Why so? Karena alfa zone adalah zona di mana pikiran dapat fokus dan pintu untuk mengakses nurani bawah sadar. Di zona ini, tubuh otomatis akan merasa nyaman, tenang, santai,bahagia dan otomatis yang namanya cairan pembuat bahagia dari otak yaitu endorphine dan serotonin; otomatis lancar mengalir….

Semoga saya diijinkan Allah untuk membahas frekuensi otak dan pengaruhnya, serta bagaimana menggunakannya sebagai senjata rahasia yang berkekuatan luar biasa. Untuk hari ini, tulisan ini sebagai pengingat buat saya, supaya banyak-banyak bersyukur. PR besar memang, tapi mari kita mulai dengan semangat yang luar biasa dan semoga Allah selalu memberi jalan yang mudah dan keistiqomahan. Aamiin. Mari mulai dari sendiri, mulai hari ini.
Tetap semangat!

MA, Jkt 6 December 2007, 08.11, Ehemmm….

 

Self Acceptance Desember 4, 2007

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 8:06 am

Mencintai diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan atribut dalam hidup ini memang susah-susah, gampang-gampang. Wong belajar mencintai diri sendiri aja sebenarnya cukup menantang. Mari kita kupas sedikit-sedikit ya. Coba perhatikan; berapa banyakkah orang memutuskan untuk menjadi trendsetter atau follower. Sebenarnya nggak ada masalah, mau menjadi trendsetter atau follower, karena ternyata ada sebagian orang yang memandang bahwa hidup ini adalah proses, ada juga yang memandang bahwa hidup haruslah “result oriented”, hasil harus real, nyata dan ada juga yang menggabungkan keduanya. Rasa-rasanya seh nggak ada yang salah dengan pilihan-pilihan itu, toh inilah yang membuat cerita hidup jadi makin seru. Apapun pilihannya, semoga pilihan itu selalu mendekatkan kita pada Allah SWT. Aamiin.

Lalu apa hubungannya dengan mencintai diri sendiri? Mencintai diri sendiri di sini sebenarnya lebih dimaksudkan kepada penerimaan atas diri sendiri, atas keadaan/kondisi, strenght and weakness, begitupun juga kejadian dan sejarah dalam hidup. Kita sebut saja self acceptance ya. Harapannya, dengan menerima diri kita sendiri sepenuhnya kita bisa selalu bersyukur kepada Allah, Sang Pencipta. Begitu luar biasanya perjalan hidup kita, sejak dari kandungan bunda hingga saat ini. Begitu Maha Pemurah Allah, kita nggak dikasih PR, besok bangun pagi kalau mau nafas, harus beli oksigen di mana, juga sewaktu kita masih dikandungan, food supply selalu siap, 1 X 24 jam nonstop. Cerita hidup yang jatuh bangun seharusnyalah menjadi penyemangat pagi untuk lebih baik setiap harinya.

Self acceptance akan menjadi obat buat yang kurang percaya diri, karena tahu bahwa setiap manusia punya strenght and weakness, itu juga berlaku buat dirinya sendiri. Self acceptance juga akan membuatnya bersahabat baik dengan dirinya sendiri, sehingga tidak perlu extra tenaga untuk “berperang” dengan diri sendiri karena merasa tidak pernah puas atas dirinya, atas hidupnya. Padahal masa lalu adalah sejarah. Berapa banyak diantara kita yang tiba-tiba jadi ahli sejarah? Kita muter-muter aja dengan sejarah masa lalu kita, seperti gasing yang diputer. Habis energi terkuras mikir yang mubazir. Padahal sejarah itu hari kemarin. Ada hari ini agar bisa lebih baik dari kemarin. Bukankah hidup bahagia sangat tergantung dari sudut mana kita memandang hidup itu sendiri? Seberapa besar usaha kita untuk selalu bersyukur?
Percayalah, apapun yang kita miliki sekarang adalah hadiah yang terbaik untuk kita. Terimalah itu sebagai modal untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas menuju sukses untuk dunia akhirat.

Tidak mudah untuk memulai, tapi selama kita selalu bersemangat untuk meraih kualitas hidup lebih baik, insya Allah semuanya bisa dilakukan. So, mari mulai dari diri sendiri dan mulai hari ini.
Tetap semangat!

MA, Jkt 1 December 2007, 16.20 Beauty of silent….

 

Cermin yang tak retak November 21, 2007

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 5:22 pm

Judul yang aneh, pikirku. Tapi aku coba terusin aja nulisnya. Tulisan ini bermula dengan munculnya memori lama setelah berpapasan dengan teman. Memori yang nakal itu adalah memori yang membawaku ke suasana spontan berpikir tentang orang yang kutemui. Karena aku tergolong sedikit detail dan ‘bermata’ detektip (pake p), dengan sekali lihat aku bisa mendapat gambaran orang yang kutemui. Nah, jeleknya lagi karena lebih sering ngikut pepatah yang salah; judge the book by its cover, ya komplit deh. Itu dulu, sekarang? He..he…. jadi malu sendiri… mungkin tidak lebih baik.

Alhamdulillah, ada satu ilmu yang secara tidak sengaja ‘menampar’ aku. Ilmu basic tentang manusia dan bagaimana mereka membawa ‘bakat’ dari lahir. Lumayan menggetarkan pengaruhnya untuk menggeser paradigma tentang bagaimana memandang dan menghargai orang lain apa adanya bukan ada apanya, meskipun sampai sekarang masih saja jatuh bangun, tertatih-tatih, yang pasti seh, tetap semangat!

Anyway, pada dasarnya manusia dilahirkan dengan dominasi otak kiri atau otak kanan, ini masih terbagi lagi lebih detail (kalau ada waktu dan momentnya pas, mungkin akan saya bahas). Dengan mengenal inilah, akhirnya pemahaman itu datang, bahwa jika ada refleksi yang terlihat di mata kita negatif belum tentu itu memang negatif, karena ini sangat tergantung bagian otak yang mana yang lebih dominan,tergantung siapa yang menilai. Beberapa orang yang cukup dekat dan akrab di blog ini-pun kebagian dapat ponten dariku, ketahuan dari cara menulis, berekspresi, dkk. Bonusnya, kalau tau diri sendiri + bakat bawaan sejak lahir, jadi bisa lebih ‘cerdas’ untuk meningkatkan diri, apalagi kondisi self development saat ini sangat merekomendasi untuk lebih fokus dalam mengembangkan strenght.

Mungkin ada beberapa yang penasaran tentang ponten-nya apa, kita lihat aja ada comment nggak setelah aku posting tulisan ini.

MA, Jkt 21 November 2007, 17.10, Mirror will tell the truth, if you see it with honest

 

Hidup yang remeh temeh November 16, 2007

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 1:23 pm

Kalau kita melihat ke belakang lalu membandingkan dengan hari ini, apa saja pencapaian kita? Mungkin hari ini kita memang jauh lebih baik dari beberapa tahun yang lalu, mungkin juga statis alias sama aja, atau malah mundur dengan sukses. Refleksi ini jangan dijadikan hal yang mengecilkan semangat untuk maju jika ternyata kita tidak termasuk pada kriteria ‘lebih baik’, karena untuk merubah sesuatu kita harus sadar benar apa yang memang harus dirubah dengan ‘menyerang’ langsung ke akarnya, persis seperti tumbuhan.

Energi kita setiap hari, bagi yang tidak masuk kelompok ‘lebih baik’, sudah waktunya kita teliti kembali. Reaksi yang kita lakukan setiap hari atas peristiwa yang datang pada kita. Reaksi inilah yang menentukan akankah kita setiap hari bertumbuh dengan sehat atau malah semakin kerdil ditelan masa. Mungkin saja kita masih lebih banyak bereaksi untuk hal yang remeh temeh. Hal remeh temeh adalah hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu kita anggap sebagai hal yang perlu dipersoalkan. Contoh ringan, jika ada yang mengkritisi cara atau warna pakaian kita di depan orang banyak. Reaksinya; balik menyerang dengan menjatuhkan kawan bicara atau tersenyum manis pada kawan bicara lalu berkata dalam hati “Energi saya hanya untuk hal-hal yang penting saja”
Memang tidak mudah membiasakan hal-hal yang sebenarnya biasa yang kita tidak terbiasa. Seolah-olah, siapapun yang menghalangi jalan kita untuk terlihat, berposisi dan merasa lebih baik harus dilibas agar lancar jalannya, hingga akhirnya kitalah yang menjadi looser! Belum lagi tambahan musuh yang tidak terlihat.

Berbuat salah itu wajar asal niat awal sewaktu melakukannya bukan untuk menjatuhkan/merugikan orang lain. Jadi, jika reaksi kita salah, it is OK selama itu tidak merugikan orang lain. Toh, kita adalah pembelajar dari kesalahan-kesalahan kita dan kesalahan orang lain sebagai cermin untuk perbaikan kualitas hidup. Bagaimana hidup yang berkualitas? Kembali pada diri masing-masing, sangat subjektif.

Memulai dengan bermohon kemudahan dari Allah, mari kita mulai dari diri sendiri dan mulai hari ini untuk mengalokasikan energi kita untuk hal-hal yang menjadi pupuk untuk hidup lebih baik. Semoga istiqomah. Tetap semangat!

MA, 16 November 2007, 13.09, Thanks God it’s friday!

 

Kita lebih sering lupa untuk bahagia November 11, 2007

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 7:17 pm

Ingat sewaktu kecil? Kalau marah, marahnya total, kalau seneng, ya total juga. Fokus, 100%, dengan seluruh pikiran dan perasaan. Ini yang menggerakkan saya menulis. Saya ‘jealous’ dengan bocah-bocah imut yang main deket kos. Mereka begitu riang, seolah esok pasti bahagia, energi mereka begitu menyenangkan…
Kita pernah juga kan kecil? Pernah juga merasakan totalitas itu. Lalu apa yang salah? Basically, kita dengan personality kita yang sekarang adalah 20% genetik + 80% tempaan lingkungan. So who we are and how we react, rumusnya ya itu-itu juga.

Lalu apa hubungannya dengan kita sering lupa untuk berbahagia? Mungkin berhubungan mungkin juga tidak, tapi intinya adalah, saat kita hidup, kita terlalu sering melihat sisi gelap instead of sisi terang akan masalah. Kalau kita ditimpa masalah, seolah-olah bumi kan runtuh, semua isi bumi ini nggak berpihak dengan kita. Lalu rasa itu yang kita bawa kemana-mana, hingga saat kita kebagian untuk berbahagia, senang, gembira, mungkin saja bisa kita lakoni, tapi hanya setengahnya saja… Gimana nggak, sewaktu kita senang, berbahagia, kita tidak menikmati prosesnya secara total. Kita hanya sampai pada tahap senang dan gembira, full stop. Jarang rasa senang dan gembira kita rasakan secara total dengan ‘mengangkat’ rasa bahagia ke tingkat yang lebih tinggi, berterima kasih sama Allah. Sehingga rasa yang terhampar di dada adalah rasa kelapangan yang luar biasa, rasa syukur yang mengalir deras bahkan untuk masalah yang sedang dihadapi.

Mari mulai dari diri sendiri dan mulai hari ini!

MA, Jkt 11 November 2007, 19.20 Rainy sunday…

 

Berbincang dengan sang hati November 8, 2007

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 5:35 pm

Beberapa hari belakangan ini, inspirasi lagi ‘seret’. Coba corat coret, tapi si hati protes, “bener neh mo nulis yang itu?”. Tapi lumayanlah, karena ternyata si Hati masih bersuara, masih protes. Ngasih advise, ini itu, untuk dipertimbangkan oleh si otak. Dua hari yang lalu ada peristiwa yang kurang menyenangkan (ukuran aku sebagai manusia :-) ) Begitu rajinnya aku ngabsen sang hati, lagi berat kah atau ringan… Ternyata waktu kejadian itu, rasanya cukup berat, tapi nggak banget lah, namun cukup menggantung seperti mendung yang nunggu numpahin ujan. Bolak-balik, sana-sini. Akhirnya curhat ama Tuhan. Itupun juga masih tersisa perang hebat di dada, namun magicnya, aku dapat satu clue…. Aku tantang rasa nggak enak itu untuk keluar sekalian. Dan guess what? Tumpah ruah dengan meriah….

Kususuri satu-satu, ringan, berat. Pelan-pelan aku ngobrol sambil membujuk sang hati untuk mengakui bahwa kejadian itu memang ada dan sedang senang dengan aku. Si hati tak kasih tau, “mbok ya diterima saja karena itu realita” Setelah si hati manggut setuju, akhirnya pelan-pelan beban berat tadi berkurang, meskipun sewaktu nulis ini masih ada residue, tapi sangat significant bedanya….

Alhamdulillah, yang namanya latihan memonitor termometer perasaan itu sangat menantang. Tapi dari segala tantangan itulah terbentuknya ilmu dan cara baru untuk perbaikan dan pemeliharaannya, supaya ‘merkurinya’ bisa dipake lama.
Sudah dulu ya, aku mesti tugas jaga neh. Biasa, jagain si hati supaya bisa dimonitor kegiatannya, biar yang lain jadi managable. Semoga istiqomah. Aamiin. Tetap Semangat!

MA, Jkt 8 November 2007, 17.25, Akhirnya bisa nulis juga tanpa ‘diprotes’

 

Smile, you are on candid camera! November 5, 2007

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 1:29 pm

Masih inget satu acara di TV, “Smile, you are on candid camera?” Karena ‘dijahilin’, begitu banyak “korban” yang kesal dan marah, ada juga yang terheran-heran karena nggak nyangka bakal mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.
Tapi, ketika sang korban kamera tersembunyi tersebut diberitahu bahwa dia masuk TV dan jadi korban, maka biasanya para korban spontan tersenyum, bahkan ada juga yang tertawa terbahak-bahak.

Kalau mau jujur, mungkin kita sering dalam keadaan seperti ini. Pada saat kita sedang dihadapkan dengan kesulitan, kita bisa jadi marah, kesal, protes atau malah heran, why me? Namun seiring waktu berjalan, jika kita kenang kembali peristiwa yang nggak enak tadi, bisa jadi kita menertawakan ‘kebodohan’ kita saat itu. Kalau saja aku lebih mau mendengarkan, kalau saja aku mau lebih sabar, dan sejuta kalau untuk memperbaiki kondisi yang sudah jadi sejarah. Apalagi ujung-ujungnya sampai melukai orang lain, bisa-bisa ‘kalau’nya jadi dua juta!

Perhatikan saat kita sedang mengendarai mobil yang shockbreackernya masih pakem, lubang yang besar dan dalam hanya mengakibatkan guncangan kecil saja, apalagi kalau mobil anyar, pasti lebih maknyus. Tapi kalau shockbreacker sudah nggak berfungsi dengan baik, maka lubang kecilpun bisa jadi guncangan yang mengganggu, paling tidak ngeselin lah…

Skenario shockbreacker tadi hampir sama dengan suasana hati lapang dan pikiran yang tenang. Kala hati dan pikiran lagi akur, masalah sebesar apapun selalu saja terlihat solusinya. Karena hati lebih lapang menerima ‘ketidakharmonisan’ dan pikiran lebih jernih memprosesnya. Namun sebaliknya, kala hati dan pikiran lagi nggak akur, bisa dibayangkan apa yang biasanya terjadi. Bibir manyun 7 cm ke depan, hati ngemudel, bisa juga penghuni kebun binatang ikut di absen satu persatu. Hhhhh, cappee deh!

Lagi-lagi hati dan pikiran yang harus terus dilatih terus menerus… jika ada moment yang tidak menyenangkan yang terjadi di depan mata, kita bisa ngingetin diri sendiri: Smile, you are on candid camera!

MA, Jkt 5 November 2007. 12.13, Say “Cheese” to the camera!

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.