Menulis cerita hidup

Menuliskan cerita hidup
Seakan tak ada titik di ujung kalimat
Terus menerus mengalir
Deras, deras, tak melambat…
Bagai air yang terjun bebas tanpa henti
Jauh, terus menjauh, tak mendekat…
Bagai burung yang bermigrasi ke benua lain
Terbang tak ingin kembali

Begitupun cerita hidupku
Terus berjalan melalui hari
Sejalur dengan rel yang telah berkarat
Namun khianat juga bersanding dengannya

Menulis cerita hidup
Seperti menulis cerita berulang
Tapi tidak di tempat yang sama
Tidak dengan obyek yang sama

Menulis cerita hidup
Seperti hitungan matematika yang paling rumit
Menguraikan rumus hidup yang paling tepat
Tapi tidak pernah dapat ponten 100

Menulis cerita hidup
Sangat sulit
Sampai aku tak tahu kapan berhenti…
Tapi sekarang aku putuskan untuk berhenti
Titik

MA, Jkt 15 January 2009, 17.29 PM, never ending road…

~ oleh muliaarif di/pada Januari 15, 2009.

4 Tanggapan to “Menulis cerita hidup”

  1. Cerita hidup yang mana yang dihentikan? Ingat, “jalanan” tak pernah habis, selama masih jadi hambaNya

    Take care sist!

  2. menulis cerita hidup tidak sulit
    seperti udara bebas yg meniup nafas

    menulis cerita hidup tidak harus dengan tinta,
    bisa dengan kuas diatas kanvas kenangan
    dan tentu ada pembelajaran di tiap titiknya
    agar lebih indah dan memukau.

  3. Terkadang… kita tidak bs berpikir dengan akal sehat, mengapa kita hidup. sampai2 jalan yang kita pilih pn salah.. tp, yang mengaturkan hnya DIA kita hnya mnjalani saja. yang pastinya hadirkanlah sdikit rasa di hatimu bahwa TUHAN itu memang ad. Jika di hatimu tidak ad rasa itu maka bersiap-siaplah menghadapi hari yang lebih buruk dari hari ini. Itulah sebabnya mengapa kita tidak hidup sendiri, kita di hidupkn bersama dengan berbagai jenis mahkluk hidup lainnya. agar kita berpikir bahwa di dalam hidup ada kehidupan lain. artinya kehidupan itu memang benar2 ad. By: ersama at Batam

  4. Cerita hidup yang mana yang dihentikan? Ingat, “jalanan” tak pernah habis, selama masih jadi hambaNya

    Take care sist!

Tinggalkan Balasan