Aku loh!
Bertemu teman lama selalu saja exciting. Gimana nggak, cerita lucu-lucu di masa lalu, gregetnya masih agak menggigit. Itu kalo ketemu temen yang ‘nyenengin’ alias banyak cerita lucunya, tapi gimana kalo ketemunya dengan teman yang dari pagi ampe pagi lagi yang ada hanyalah membuat orang lain tidak nyaman, almost every single minute. “Jangan gila dong!”
Berusaha menghindar, tapi takut dosa, jadilah pertemuan yang tidak terlelakkan. Here we go! Di kepalaku berputar-putar gimana cara keluar dari pertemuan ini secepatnya! Dzig, kesannya hiperbola banget yak, kayak ketemuan ama hantu aja… Tapi karena rasa sungkan akhirnya kucoba tuk bertahan, dan keputusan untuk bertahan itu membawa hasil. Aku menemukan temanku itu seperti terlahir kembali dan menjadi orang yang paling menyenangkan… Sorot matanya lembut, tutur katanya menyenangkan di gendang telinga dan aku tahu, itu datang dari hati yang tulus, bukan dibuat-buat. Tadinya mau lari malah saat itu berdo’a, semoga dia betah ngobrol dengan aku
Nah lo, pertemuan itu memang jadi pelajaran besar, bahwa menghargai, mencintai atau apapun namanya, tetap melihat “present time”. Sekali lagi, present time. Saat ini, sehingga kita bisa tahu benar saat seseorang mengatakan “ini aku loh!”
MA, Jkt 05 March 2008, 07.46, Imagination with no boundery….

Nah lo, pertemuan itu memang jadi pelajaran besar, bahwa menghargai, mencintai atau apapun namanya, tetap melihat “present time”. Sekali lagi, present time. Saat ini, sehingga kita bisa tahu benar saat seseorang mengatakan “ini aku loh!”
***
di saat kita lama tidak bertemu itulah, mungkin ada perubahan besar. sehingga ketika bertemu lagi, setelah sekian lama, pembawaannya sudah beda. so…tetap positive thinking aja ya.
iya waktu ketemu orang yang buat kita kurang nyaman emang agak kik kuk,
tapi bisa dirasakan sekarang kita menyadari bahwa diri kita bukan seperti dulu lagi dan mungkin dia juga sama.
Sering kali terjebak disituasi seperti itu, bayangan pertemuan yang asyik ternyata malah aku yang pengen “lari”… setelah orangnya gak ada baru menyesal ternyata “aku cuma segitu”
Bidari: Setujuuuuu!
Baliazura: Iya, gitu deh kalo jadi ‘ahli sejarah’ yang keinget masa lalu aja…
Yoga: Binun mo comment apa, abis dah ngejawab ndiri…
Mbak,
Namanya juga komen masak dikomeni lagi kalau bukan pertanyaan hehehe
HHmmm …
Menarik-menarik …
Pengalaman masa lalu bisa membuat kita untuk tidak melihat sesuatu secara objective …
Belenggu persepsi, first impresion dan past behaviour sangat sulit untuk dikendalikan …
Yang jelas … “orang bisa berubah”
dari baik ke kurang baik …
dari jelek ke … sangat baik …
(saya mengingatkan kepada diri pribadi saya sendiri …)
Yoga:
nh18: true blue brother…