Jika kita mampu, bukan berarti…
Jika kita mampu membeli sepiring nasi, bukan berarti kita berhak tidak menghabiskannya.
Jika kita mampu mandi dengan air berlimpah, bukan berarti kita berhak memboroskannya.
Jika kita mampu membeli kertas, tissue (materialnya dari pohon), bukan berarti kita berhak menggunakan kertas, tissue sebanyak nafsu kita inginkan.
Jika kita mampu membayar listrik, bukan berarti kita berhak menggunakan semua alat yang disuplai listrik sesering yang kita inginkan.
Dan kita tahu alasannya kenapa…
Jika kita mampu, bukan berarti….
MA, Jkt 28 February 2008, 07.42, Crossing the line

bukan berarti semena-mena.(ojo duweh:bhs jawa)
karena segala yang berlebihan akan mengganggu keseimbangan .
keep balance
ga koment dulu….
salam kenal….
baliazura: keep the balance, all right!
Ady Gondronk: sip, salam kenal juga ya…
@ Bli;- ojo dumeh mungkin yak?
MA,
setelah berhari-hari menahan hati dan mulut melihat yang berwudhlu menghamburkan air bersih, yang cuci tangan menghamburkan air bersih, yang listriknya nyala terus biarpun tidak dimanfaatkan…
postingan yang menyentuh hatiku
Tapi kalau sudah mampu beli nasi sepiring adalah tanggung jawabnya untuk menghabiskan nasi itu secara benar agar tidak mubazir bukan begitu mbak?
Merdeka!!
bukan berarti bebas sebebas -bebasnya
terima kasih bu , postingan yang harusnya membuat kita semakin sadar
siapa kita sebenarnya
Yoga: Merdeka!
realylife: Semoga ya Mas, semoga dikala kita mampu dan ada kesempatan kita bisa menjadi orang menahan diri. Aamiin.
Tetap semangat!
‘letakkan segala sesuatu pada tempatnya’
merdeka!!!
Tidak komentar bukan berarti tidak mengunjungi, hehhe
salam kenal…
bidari: merdeka!
indra1082: salam kenal, trims dah mampir ya…
bukan berarti kita semena-mena drngan apa yang kita punya, karna yakinlah bahwa itu semua adalah titipan dari-NYA!!!!!
tree: Setuju!!!
Jika kita mampu membeli apapun
bukan berarti kita berhak memakainya sendiri