Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Jika kita mampu, bukan berarti… Februari 28, 2008

Filed under: Renungan — muliaarif @ 7:45 am

Jika kita mampu membeli sepiring nasi, bukan berarti kita berhak tidak menghabiskannya.
Jika kita mampu mandi dengan air berlimpah, bukan berarti kita berhak memboroskannya.
Jika kita mampu membeli kertas, tissue (materialnya dari pohon), bukan berarti kita berhak menggunakan kertas, tissue sebanyak nafsu kita inginkan.
Jika kita mampu membayar listrik, bukan berarti kita berhak menggunakan semua alat yang disuplai listrik sesering yang kita inginkan.
Dan kita tahu alasannya kenapa…

Jika kita mampu, bukan berarti….

MA, Jkt 28 February 2008, 07.42, Crossing the line

 

Motivasi itu apa? Februari 27, 2008

Filed under: Naik Tangga — muliaarif @ 5:32 pm

Motivasi serapan dari bahasa latin, matere: bergerak. Kalo bahasa linggisnya: Motivation, motive dan action, tindakan yang dilakukan karena adanya motif.
Biar singkat kita langsung mbahas tipe motivasi yang terbagi 3;
1. Motivasi untuk keberlangsungan hidup.
Mendorong untuk memenuhi segala kebutuhan pokok, makan, minum, udara, dkk.
2. Motivasi external.
Motivasi yang kita dapatkan dari luar diri sendiri. Seminar, teman, buku, atasan. Namun sayangnya motivasi ini gampang ‘ngilang’ tertiup angin. Tahu kenapa? Karena datangnya dari luar, kalo ‘dengung’nya nggak terdengar lagi, motivasinya juga pelan-pelan ikut nggak ‘kedengeran’. Ini menjawab pertanyaanku, kenapa ya, setelah ikut pelatihan pengembangan diri, aku ‘tobat’nya hanya sebentar saja, nggak continue gitu… ehem…
3. Motivasi Internal
Motivasi inilah yang paling kuat pengaruhnya buat diri sendiri, karena datang dari diri sendiri, secara sadar penuh untuk memenuhi pencapaian yang diinginkan.

Singkat tapi lumayan membuka cakrawala baru. Semoga bisa memilih motivasi yang tepat agar istiqomah. Aamin. Tetap semangat!

MA, Jkt 27 February 2008, 17.30, go girl go!

 

Pintu-pintu yang terbuka Februari 26, 2008

Filed under: Semangat Pagi — muliaarif @ 7:35 am

Pagi ini kusempatkan menelusuri halaman buku yang sedang kucemil. Ada bait kalimat yang begitu menggerakkan, tulisannya begini: Jika seseorang menutup satu pintumu, ingatlah bahwa Allah pasti membuka pintu yang lain.
Kusematkan kuat-kuat dalam hati, tancap di chip memory-ku, semoga bisa menjadi bahan bakar untuk terus termotivasi agar tidak pernah mentok. There is always other way. Tetap Semangat!

MA, Jkt 26 February 2008, 07.33, Cloudy morning, high spirit but!

 

Let’s just do… Februari 22, 2008

Filed under: Naik Tangga — muliaarif @ 5:29 pm

English mode: On. This lovely friday, I would like to share something, food for though. It says: “We first make our habits, then our habits make us”. Make sure to read it carefully, as this is simple statement, catchy one but require faith to embed it to our heart. It sounds so naif if I say: lets make good habit, but I have no other words then that naif mode.
Well, If this is going to make us better person, why don’t we just do it.

MA, Jkt 22 February 2008, 17.27, Just do it, will you!

 

Homework #5 Februari 21, 2008

Filed under: Naik Tangga — muliaarif @ 5:27 pm

Hari iniĀ aku coba menyatukan dua topik dari buku yang lagi aku ‘cemil’. Masih buku yang sama tapi nanti kita lihat seberapa bisa aku mencoba menggunakan bahasa dan pemahaman aku tentang dua topik ini.

Bahwa jika kita memahami seseorang, kita bisa “memisahkan” tindakan dan niatnya agar terhindar dari kekecewaan. Dzig, homework abis! Butuh keluasan hati, mata kedua yang siaga. Ya sudah, aku tidak akan membahas ini lebih lanjut, karena memang kita tinggal merenung bentar ntar juga dapet link-nya ke sejarah hidup kita, lalu klik!

Bahwa orang-orang melakukan hal-hal terbaik sebatas sumber-sumber yang mereka miliki juga sebenarnya bukanlah rule baru. Tidak jarang kita tersenyum sendiri jika mengingat kejadian masa lalu dan merasa bodoh telah melakukannya. Ternyata kata pak Dr. Elfiky, itu terjadi karena pada saat kejadian tersebut itulah pengetahuan dan sumber-sumber terbaik yang kita miliki. Ini juga sangat mendukung semangat bahwa ilmu memang harus terus bertumbuh…

Segini dulu, yang penting tetap semangat dan tetap mencoba untuk selalu ‘mengikat’ makna dari yang sudah dipelajari dengan menuliskannya. Syukur-syukur bisa ‘make it stick’. Aamiin.

Tetap semangat!

MA, Jkt 21 February 2008, 17.25 PM, Ikatlah makna dari detik ke detik berikutnya…

 

Homework #4 Februari 20, 2008

Filed under: Naik Tangga — muliaarif @ 5:31 pm

Peta bukanlah wilayah, demikian perumpamaan Alfred Corzibski, ahli matematika Polandia. Peta adalah persepsi, wilayah adalah hidup kita. Bahwa persepsi tidak sama dengan kenyataan, sering banget terjadi dengan kehidupan kita sehari-hari. Kalau kita kepentok masalah hanya ada dua cara melihatnya; masalah = bencana atau masalah = tantangan/cobaan. Kelihaian kita memilihlah yang pada akhirnya menentukan akhir cerita dari kisah tersebut. Tidak jarang kalau dihadapkan dengan masalah, rasanya kitalah yang menjadi orang paling malang di dunia ini… Ada satu cerita, seorang ibu sedang menunggu kereta api untukĀ pulang ke kampung halamannya. Namun karena ada keperluan yang sangat penting, Ibu tersebut keluar dari stasiun kereta dan berniat kembali secepatnya, sebelum kereta api berangkat. Namun, setibanya di stasiun, kereta api tersebut sudah berangkat. Ibu tersebut sangat amat marah. Dia menuju petugas kereta api sambil memaki-maki karena kereta api diberangkatkan lebih cepat dari jadwal.
Keesokan harinya, Ibu tersebut kembali lagi ke stasiun kereta api dan mendengar berita bahwa kereta api yang seharusnya ditumpanginya kemarin mengalami kecelakaan, sehingga banyak penumpang yang meninggal dunia. Ibu itu tersentak, “seandainya aku ikut kereta kemarin, mungkin aku menjadi salah satu korbannya”

Viuuuh, peta memang bukanlah wilayah. Semoga saja kita termasuk orang-orang yang tidak pernah berhenti mengaplikasian “teknik” ini di kehidupan sehari-hari, sehingga kita bisa lebih fokus untuk menyelesaikan hal-hal yang lebih penting. Siip, pasti bisa kalau usaha dan kemauan yang dashyat. Mari mulai dari sendiri dan mulai hari ini. Tetap semangat!

Source: Dr. Ibrahim Elfiky, Terapi NLP…
MA, Jkt 20 February 2008, 17.29, sound familiar?

 

Homework #3 Februari 19, 2008

Filed under: Naik Tangga — muliaarif @ 4:57 pm

Menghormati cara orang lain membentuk dunianya adalah pekerjaan susah, susah, susah, gampang. Secara teori kita paham benar bahwa setiap orang dibesarkan dilingkungan yang berbeda, sehingga membawa nilai dan kepercayaan yang melatarbelakangi tingkah lakunya. Tidak jarang kita begitu getol untuk mengubah seseorang sesuai dengan ‘kacamata’ nilai dan kepercayaan yang kita miliki sehingga bisa sepaham, tapi syukurnya, lebih sering gagal daripada berhasil… he…he…

Ada cerita yang bisa jadi referensi: ” Ketika saya masih muda, bebas berimajinasi, saya bermimpi mengubah dunia. Semakin tua dan bijaksana, ternyata saya temukan dunia tidak berubah, sehingga saya pun menyederhanakannya untuk mengubah negeri. Namun ternyata negeri saya tidak berubah, dan usia makin bertambah. Akhirnya usaha terakhir saya adalah berupaya untuk merubah keluarga, orang-orang terdekat, dan idem ditto, nggak ada yang berubah.
Sekarang saya terbaring sekarat di ranjang kematian, tiba-tiba saya menyadari: bahwa yang seharunya pertama kali saya lakukan adalah mengubah diri sendiri, kemudian memberi tauladan sehingga bisa mengubah keluarga. Dorongan dan inspirasi mereka memungkinkan saya untuk memperbaiki negeri, dan siapa tahu, saya mungkin bisa mengubah dunia.” — Anonim —

Sudah waktunya untuk bisa “berbaur” dengan “suku” yang berbeda, yuk, merenung bentar….

Source: Dr Ibrahim Elfiky, Terapi NLP….

MA, Jkt 19 February 2008, 16.48 PM, ……

 

Ketika menulis menjadi keharusan Februari 15, 2008

Filed under: Pojokan — muliaarif @ 5:37 pm

Karena beberapa alasan, aku jadi ‘pelit’ menulis. Kala ide sedang muter di kepala, pas waktu itu lagi ‘peak season’ karena pemenuhan kewajiban piring nasi. Jadilah ‘pop up message’ berulang-ulang hanya jadi santapan visual di otakku dan lebih sering hilang dengan sukses. Tragisnya, ketika ngecek pengunjung yang bersimpati (kalau bilang setia, kesannya ngefans banget ama gue :-) ), hatiku jadi trenyuh… bukan karena merasa mereka kangen ama aku, tapi karena aku merasa memutuskan ritual yang secara tidak tertulis disebutkan ‘menulislah setiap hari, just do your best’ jalin silaturrahim.

Ini saja menulisnya dikala sedang setengah, time to go home. Anyway, semoga saja aku bisa tetap commit pada komitmen tidak tertulis itu, sehingga silaturrahim tetap terjalin. Yo wis, tetap menulis, tetap semangat!

MA, Jkt 15 February 2007, 17.34, half of me is having a holiday….

 

Puisi Ulang Tahun #4 Februari 6, 2008

Filed under: Puisi — muliaarif @ 11:56 am

Sudah seberapa jauhkah aku melangkah?
Apakah sepanjang usiaku yang bertambah hari ini
Atau hanya bayangku saja yang mendahuluiku
Sementara aku tetap di sini

Jika aku dihadiahi umur setahun lagi
Akankah aku lebih baik dari tahun lalu?

Kupatut wajahku di depan cermin
Hanya kerut saja yang bertambah
Tidak kulihat kebijaksanaan
Kesabaran,
dan semua pertanda seiring bertambahnya usia

Semoga saja kali ini,
Atau setidaknya hari ini
Ada yang lebih berarti
Ada yang nyata
Mengiringi hari-hariku
sehingga aku dan bayanganku berjalan bersisian…

MA, Jkt 06 February 2008, 11.46, Neng Kecil, HBday!

 

Homework #2 Februari 5, 2008

Filed under: Renungan — muliaarif @ 2:44 pm

Hidup ini seperti terbitnya matahari yang lalu kemudian terbenam. Saat kita menghirup oksigen pertama kali, bagai dimulainya matahari terbit. Dan kemudian matahari mulai meninggi, terik dan kemudian perlahan tapi pasti, terbenam, seperti kembalinya ruh kepada sang Pemilik Hidup.

Pertanyaannya; apa saja yang sudah kita lakukan semenjak terbit, meninggi, terik dan akhirnya terbenam? Bukankah sejak matahari terbit hingga terbenam hanya merupakan hitungan jam saja, seperti saat kita menghabiskan waktu bekerja, atau sekolah, pagi sampai sore. Pendeeek sekali. Kudukku merinding, di hitungan waktu yang pendek itu, apa saja yang sudah terjadi dan bakal aku pertanggung jawabkan nanti?

Astaghfirullah…..

MA, Jkt 4 February 2008, 18.23, Chasing running clouds…..

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.