Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Muara Kebahagiaan September 28, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 5:09 am

Walaupun aku tertatih-tatih, berjalan mendekatiMu
Aku akan berusaha, sekuatku
Walaupun aku masih jauh dari istiqomah
Menjalankan dan menikmati perintahMu
Aku akan berusaha, semangat

Walaupun aku lelah, luka
Aku akan tetap menengadah, bermohon
Dengan sisa kekuatanku

Karena hanya Engkau-lah bermuaranya bahagia
Bahagia di atas bahagia..
Tak terjelaskan dengan kata,
Hanya hati saja yang meluap dengan rasa…

MA, Jkt, 24 September 2007, 21.58, Momento!

 

Nol, Kosong, Tidak ada, Fana… September 26, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 11:37 am

Nol
Kosong
Tidak ada
Fana

MA, Jkt, 26 September 2007, 18.37, Manusia = Nol

 

Belum waktunya September 20, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 2:41 pm

Begitu sering penyesalan menyelinap di hati
Ingin kembali ke masa lalu
Memperbaiki cerita yang tidak menyenangkan

Di persimpangan,
Dikebingungan,
Mengapa berulang?
Karena memang belum waktunya tahu…

MA, Batu Hijau, 20 September 2007, 22.38, Time will tell…

 

Pause! September 19, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 11:33 pm

Pause, take a long breath
Slowly you will find that,
Life is so meaningful

Pause, take a bit of time
You will find unspoken words
Words of beauty
That speaks on behalf of live!

MA, Batu Hijau, 20 September 2007, 07.32 AM, Just pause, will you!

 

Untukmu yang entah masih mengingatku September 19, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 11:25 pm

Kurekatkan cinta di antara retaknya hati
Serpihan yang tidak pernah bisa rekat lagi
Berkeping tak berbentuk
Namun sejumput rindu selalu saja ada

Untukmu yang entah masih mengingatku
Aku cuma rindu cerita dulu,
Rasa yang dulu,
Mungkin itu saja, tidak lebih tidak kurang

MA, Batu Hijau, 20 September 2007, 07.25 AM, Wireless Mode!

 

Kulihat kau dengan penuh cinta September 18, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 2:45 pm

Kucoba sentuh wajahku,
Hanya rasa rindu yang kutemu
Kutelusuri lagi sisanya,
Tiada yang lain, kecuali rasa rindu

Sombongku lebih besar
Untuk mengakui, bahwa aku mencintaimu
Dengan sepenuh hatiku
Bahkan jiwakupun mengiyakan

Lalu di mana dirimu kala ku rindu?
Hanya bayangmu yang menghampiri
Itupun karena kuundang
Namun meskipun itu hanya bayang,
Aku tetap bisa menikmati wajahmu
Melihatmu dengan penuh cinta

MA, Batu Hijau, 18 September 2007, 22.44, Dedicated to whom feel like this poem!

 

Bingung Berkah September 18, 2007

Filed under: Renungan — muliaarif @ 2:34 pm

Ternyata kebingungan bisa merupakan pembelajaran, dari kebingungan kita jadi ada waktu untuk berhenti sejenak, merenung, mencari jawaban, dan mungkin malah menjadi tambah bingung. Tapi at the end, kebingungan dan sejuta tanya jika dibiarkan floating akan terjawab juga, it’s a matter of time dan tentunya se-container sabar!

Ternyata bingung bisa merupakan, pemahaman yang belum komplit dari issue yang sedang ‘dibahas’ di kepala. Kebingungan merupakan alert, bahwa akan ada ‘yang bertambah’ dari apa yang belum dilihat gambar besarnya secara utuh.

At least I know that, jadi pada saat sedang bingung, jadi bisa lebih sabar untuk nunggu jawaban apakah gerangan yang akan nemplok di kepala. Semoga istiqomah!

MA, Batu Hijau, 18 September 2007, 10.33 PM, Ternyata, setelah sekian lama…

 

I’ll do my best, I promise September 18, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 1:22 am

I keep promising,
I’ll do my best
I’ll do my best
again, I’ll do my best
These words, fly away
gone with the wind

I’ll do my best
Let me put it my brain
Stick it, nail it
Hold on!
Maybe I forget to bring “me” in!

MA, Jkt, 15 Sep 07, 10.15, Finally I find out, that this is called “FORCE”

 

Thank you, God September 18, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 1:19 am

God, thanks for my eyes
my legs
my hands
my ears
my body
my soul

God, thanks for today
eventhough I remain the same
remain to be a looser
YOU always here
smile and taking care of me
keep cheering me up

God, thank you indeed
for understanding me
for your endless love
for every single things that I even can’t count!

MA, Jkt, 15 sep 07, 09.10, …….. these dots are self explanatory

 

Ternyata disini… September 14, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 8:57 am

Hati yang gersang adalah
Hati yang berwarna kelam,
Tidak bersuara,
Tiada percikan cinta di dalamnya

Ooh, begitu aku merindukan hati yang tenang
Kucari kesana, kemari
Berjuta ilmu menyentuh gendang telingaku
Tapi tetap saja gersang…

Gerangan apakah yang bisa menjawab,
Atau malah memang tak berjawab?
Kucoba duduk sebentar, merenung…
Ternyata jawabannya kutarok di hatiku juga

MA, Jkt 14 September 2007, 16.00, Insight is a miracle!

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.