Aku adalah…

Aku adalah kala aku sedang dijatah cerita hidup yang tidak aku inginkan, akan terlihat aku yang sebenarnya. Aku yang tidak bisa berpura-pura. Aku yang ternyata nggak ada apa-apanya. Aku yang tidak berdaya. Aku yang malah mungkin memilih menghindar dari rasa ketidaknyamanan yang terus mengejar di sudut hati. Aku ternyata jiwa yang lemah, yang tidak berdaya… kelas kacangan. Cemen!

Aku adalah manusia yang sedang dilanda khawatir, jangan-jangan menghadapi kematian nanti aku malah lebih cemen, naudzubillah….

Jadi aku adalah manusia yang sedang bersedia dan sadar ‘melunta-luntakan’ perasaannya, menunggu matahari terbit dari sudut hatinya untuk menyinari lekukan-lekukan hati yang sedang temaran sinarnya…

Kalau aku mau sukses dunia sini dan ‘dunia sana’, aku harus lebih keras berusaha menggapai ultimate goal yang sudah aku ’setujui’ sewaktu masih berumur 40 hari di kandungan bunda.

Aku memang bukan siapa-siapa karena aku adalah kosong, nol, tidak ada!

MA, Jkt 23 August 2007, 17.31, Rabb, I need that ‘intimacy’ so badly!

~ oleh muliaarif di/pada Agustus 23, 2007.

9 Tanggapan to “Aku adalah…”

  1. Mbak, insyaallah sudah ada jatahnya masing-masing… yang penting sekarang sabar dan syukur, serta jadikan Dia penolongmu…(dari yang sama-sama sedang “Berjuang” menggapai ulltimate goal)

  2. Yup, that’s the main point, bersabar dan bersyukur!

  3. kita adalah titik air yang diuapkan karma dan diturunkan oleh hujan keadaan.
    kemudian kita mengalir mencari dan berjuang menuju samudra cinta_Nya

  4. harusnya aku

  5. izzadwje: aku adalah….

  6. semua orang merasa. maka mari bertobat….

  7. asal ada kemauan………………….langitpun bisa kamu sentuh

  8. Puisi yang ku baca semua tapi cukup menggambarkan kesederhanaan dalam mengungkapkan perasaan dan pas banget dengan bacaan yang ku suka…btw mas arif punyak kumpulan dalam buku nggak? aku minat untuk memilikinya lo..sapa tahu dah dicetak..
    mohon informasi lebih lanjut terima kasih

  9. pilabeanku: Ayo!

    Ari: Iya ya, when there is a will there will be a way..

    dian: terima kasih ya sudah mampir. Saya “Mbak” loh bukan Mas. Tapi tenang aja, memang banyak yang “terkecoh” koq. Sampai saat ini belum ada karya saya yang dibukukan. Dari statement anda, saya jadi terinspirasi deh melihat kemungkinan itu. Terima kasih atas masukannya.

Tinggalkan Balasan