Ayah, maafkan aku
Gurat keriput di wajahmu, tanda juangmu
Mengumpulkan rupiah demi rupiah
Untuk nasi yang kumakan setiap hari
Ayah, maafkan aku
Tubuh rentamu, tanda tenaga yang terkuras
Mengumpulkan harap demi harap
Agar aku anakmu bisa hidup layak
Ayah, maafkan aku
Aku lebih sering lupa daripada ingat untuk menyapamu
Aku lebih sering merasa lebih hebat darimu
Aku lebih sering melukaimu daripada menyenangkanmu
Ayah, maafkan aku
Kalau aku merasa tidak bisa mengerti jalan pikirmu
Kalau aku merasa engkau terlalu berhati-hati
Kalau aku merasa engkau terlalu tua untuk didengarkan
Ayah, maafkan aku
Apapun itu, akulah yang sombong
Akulah yang tidak tahu terima kasih
Akulah yang tidak peduli
Ayah, maafkan aku
Aku mencintaimu dengan cara yang aneh
Aku menghormatimu dengan cara yang tidak biasa
Aku mengagumimu tanpa kata-kata
MA, Jkt, 12 July 2007, 16.54 PM, The truth will shine!
mbk sebelumnya aku minta ma’aff ia,,?? Aku mau minta ijin mau tak tulis di note KU biar semua teman2 dn anakKU dn saudaraKU juga biar semua bisa baca baca,,Gimna rasa hormat pada ayah tercinta yg banyak berkorban demi anak2nya,,makasih ia mbk….
Mbak, saya izin untuk tak copy yah…buat puisi ULTAH ayah q yang ke 61. Thanks sebelumnya
aku sayang banget sama ayahku mba..
jadi aku mw minta izin tuk bacain karya mba besok pas hari ultah ayah,, 1 karya aq nd 1nya lagi karya mba,,
makacii yaaa
ijinkan aku mengambil puisi ini untuk papaku yach,, Makasih sebelumnya..