Makna yang bersarat…
Coba telaah, apa saja yang sudah kita lewati. Mungkin banyak hal yang kita lalui, tanpa kita maknai bahwa proses itu adalah pendewasaan jiwa.
Jiwa yang sarat akan makna, mengarahkan pada rasa syukur yang mendalam pada sang Khalik. Betapa kecilnya “aku” bahkan “aku” bukan siapa-siapa, aku hanya debu yang beterbangan di antara tiupan angin. Not event close!
Terus kenapa aku masih saja menyombongkan apa yang aku punya? masih saja merasa bisa menyelesaikan semuanya sendiri.
Ya Allah, tolong bukakan pintu rahasia itu, sehingga aku betul-betul bisa jadi muslimuun, bisa bertemu denganMu “face to face” kapan saja Engkau ijinkan. Ajarkan aku menjadi nol, kosong, empty, sehingga aku bisa menikmati indahnya Rahman dan RahimMu. Sehingga aku bergantung sepenuhnya hanya kepadaMu…
MA – Jkt, 15 May 07 – 7.22 AM, gerimis….

Tinggalkan Balasan