Semangat pagi

Live is about a choice, depend on the frame of mind we choose

Puisi Ulang Tahun Mei 31, 2007

Filed under: Puisi — muliaarif @ 7:40 am

Hari hari lewat, pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru…

Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah

Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya, berhutang pada diriku…
Karena ibadahku masih pas-pasan…

Kuraba dahiku…
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku….
Hmm… masih lebih besar duniawiku

Ya Allah….
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?

Ya Allah….
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah…

Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…

Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…
Ya Allah,
Ijikanlah…..

Dedicated to people who celebrate the definite cycle on their life….

MA, Jkt – 2006, Old files….

Notes: Jika anda membutuhkan puisi ini untuk kekasih hati, saudara, teman, atau siapapun yang ingin anda kirimkan – silahkan digunakan. Jika anda copy puisi ini di blog anda, mohon mencantumkan source-nya. Puisi ini ditulis oleh saya sendiri dan bukan karya orang lain (siapapun itu). Tetap semangat.

 

Profesionalisme Mei 30, 2007

Filed under: Renungan — muliaarif @ 6:23 am

Semalem nonton kontes kecantikan, Miss Universe 2007. Tidak ada yang istimewa sebenarnya, beti-lah (beda tipis) ama tahun-tahun yang lalu. Dengan pakaian yang gemerlap dan seksi abis, 10 besar calon miss universe, berjajar rapi. Setelah dipanggil satu persatu namanya, tibalah giliran Miss USA, yang terlihat begitu antusias berlenggak-lenggok sembari menebar senyum. Tapi, eiiitssss, karena gaun hitamnya yang panjang keinjek, si Miss jatuh terduduk! Wow, mungkin ini yang pertama di ajang kelas dunia seperti ini. Aku membathin, “Emmm, sakitnya seh gak seberapa, tapi malunya itu loh!” Tapi ternyata aku salah menilai, setelah jatuh terduduk, dengan anggun si Miss berdiri lagi dan melanjutkan berjalan sambil tersenyum seakan-akan tidak ada yang terjadi. Tidak ada sedikitpun tersirat di wajahnya perasaan kaget, takut, terkejut. Sangat profesional!

Aku jadi ‘malu’. Kalau nginget masa-masa yang dah lewat, begitu cengengnya aku ngeliat sesuatu. Kebentur dikit aja, akan di bawa-bawa ke masalah perasaan. Pokoknya kalau gak nyaman dikit aja, protes. Padahal untuk bisa menjadi profesional, harus bisa mengatur semua porsi pada tempatnya. Tidak semua dikaitkan dengan kebiasaan, kenyamanan, kecengengan dan sejuta tuntutan lainnya. Mudah-mudahan peristiwa jatuhnya si Miss bisa jadi pembelajaran bahwa profesionalisme itu harus ditanamkan dalam ke hati sehingga itulah yang terpancar dalam kondisi apapun.

Alhamdulillah, ilmuNya begitu berlimpah dan tak terbatas….

MA – Jkt, 30 May 2007, 01.17 PM, cloudy out there…

 

Paket Komplit Mei 29, 2007

Filed under: Renungan — muliaarif @ 10:25 am

Pernah denger paket komplit? Pasti lah ya. Sekarang tawaran product dan jasa banyak mengarah ke paket komplit. Selain lebih murah, lebih bervariasi. Tapi dalam real live, belum tentu paket komplit itu bisa sejalan dengan keinginan, karena hidup memang bukan product. Finally….

Sisi hidup yang A bisa berjalan dengan baik sesuai ekspektasi, tapi terkadang sisi hidup yang B harus sacrify. Changelle-nya bagaimana memandang sisi hidup yang B dari sudut yang pandang yang positif sampai ke level comfort zone yang tepat.

Hmm… hidup seperti dua sisi mata uang yang berbeda, mo milih yang baik atau yang buruk – tergantung banyak hal termasuk destiny di dalamnya.
Mudah-mudahan kita semua adalah yang makhluk yang selalu di tuntun Allah dalam mengambil kesimpulan dan keputusan dalam melakoni hidup ini, Amin….

MA – Mks – Tuesday sleepy, 16 August 2005 – 08.59 – 09.05 AM

 

Ketidaknyamanan itu terkadang lebih indah, jika… Mei 24, 2007

Filed under: Renungan — muliaarif @ 2:06 am

Tau gak, kalau kita terlalu sering merasa nyaman, jadi lebih ‘ringkih’ menghadapi hidup. Misalnya, kita sudah terlalu sering diberi kemudahan melakukan apapun. Pada satu titik tertentu kita akan mencapai ‘peak’ dari kenyamanan itu dan bisa menyebabkan ba’al. Hiks!

Gak percaya? Saya pernah berbincang dengan seorang ibu yang kalau ditilik dari cerita yang dituturkan pastilah beliau punya keluarga yang adem ayem, berkecukupan, alias lebih beruntung dari kebanyakan orang yang mo makan saja harus berjuang lebih. But surprise, beliau menuturkan bahwa saking nyamannya dengan kondisi beliau sekarang dengan dua anak yang cerdas dan sangat dekat dengannya serta suami yang setia serta sukses karirnya, beliau malah merasa sangat tidak nyaman dengan perasaan yang terlalu nyaman…he..he… binun kan?

Mungkin memang sebaiknya kita tidak terlalu nyaman berada di area kenyamanan, sebelum hati kita jadi ba’al, jadi nggak tau lagi yang nyaman yang mana…

Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menganugerahkan rasa senang dan sedih berpasangan… karena ternyata kita diberi perasaan sedih untuk bisa tahu rasa senang.

MA – Jkt, 24 May 2007, 9.02 AM, cloudy out there….

 

Narsis… Mei 20, 2007

Filed under: Renungan — muliaarif @ 3:39 am

Aku kira dengan mempersiapkan diri aku bisa mendapatkan apa saja yang aku mau, ternyata tidak. Sekuat dan sesempurna apapun itu tanpa “switch on” dari Sang Khalik, maka tidak akan ada yang bisa terjadi. Mmm, daun jatuhpun harus seizinNYA. Tapi hari ini, aku mau mempersiapkan diriku sebatas segala kemampuanku, lalu aku minta padaNYA untuk diizinkan di “switch on”. Aku mau pasrah total saja, agar aku hanya bergantung padaNYA. Ya, tidak lagi bergantung pada kemampuan diri yang sangat amat terbatas. Sebatas panca indera yang distimulus dari lingkungan sekitar, dengan ilmu yang terbatas. Betapa angkuhnya aku selama ini. Di kasih hidup saja sudah lebih sering lupanya dari pada inget dengan yang nyiptain! Di kasih otak lebih sering digunakan untuk mikir duniawi dari pada memikirkan kebesaran Pencipta alam semesta, yang menebarkan ilmu di mana saja dan mau dimulai dari mana saja untuk diselami.

Aku mau mulai sekarang, ya sekarang, untuk tidak lagi narsis, sebelum aku dijemput ajal dan dimintai pertanggungan jawab atas apapun yang pernah kulakukan selama menjalani episode per episode kehidupan di bumi. Izinkan ya Allah.

MA – Jkt, 20 May 2007, 10.28 AM, Sunny day…

 

Semangkuk Mie Instan Mei 18, 2007

Filed under: Renungan — muliaarif @ 6:13 am

Dengan terburu-buru, aku menyelesaikan cucian bajuku yang numpuk. Rencananya seh pengen makan siang di luar setelah ngejemur cucian. Udah mandi, udah wangi ditambah perut laper. Kupercepat proses jemur-menjemur, biar lebih cepat makan siangnya. But guess what, baru saja aku selesaikan jemuran yang terakhir, hujan turun dengan deras. Selain harus kerja dua kali dengan memindahkan jemuran, aku juga harus menahan diri untuk tidak keluar rumah karena hujan. Nasib, pengen makan enak, end up-nya makan mie instan juga. Dzig!

Tapi tunggu sebentar, setelah mie instanku sudah di mangkuk, aromanya yang mengundang mengirim sinyal ke otakku, betapa, dengan mie instan ini, Allah sudah memberiku kemudahan. Masih ada orang di luar sana yang ingin makan mie instan saja tidak mampu membeli karena tidak punya uang atau malah mampu membeli tapi tidak bisa menikmati karena sakit sehingga tidak bisa makan dengan normal.

Hmm, ternyata dengan semangkuk mie instan, aku belajar sesuatu. Subhanallah….

MA, Jkt 18 May 2007, 1.08 PM, Hujan, petir dan angin…

 

I L.O.V.E my L.I.V.E Mei 18, 2007

Filed under: Renungan — muliaarif @ 12:28 am

Pagi ini, setelah baru saja membuka pintu beranda kamarku, sayup-sayup aku mendengar suara dari masjid yang tidak jauh dari tempatku. “Innalillahi…telah meninggal…..”
Ya, pengurus masjid memang mengumumkan jika ada warga sekitar yang meninggal dunia. Namun pagi ini terasa lebih kental di telingaku, entahlah apa karena 2 hari yang lalu aku lupa mengingat mati. Dua hari yang lalu, ada sepasang artis yang menikah di tempat aku menghabiskan waktu dengan saudara. Mewah! Tamu yang datang, semuanya terlihat bersahaja.”Mmm, what a life, you can buy anything as long as you have money, lucky person!”
Ada perasaan tak menentu yang menelisik di hati.

Tapi pagi ini, setelah mengendorkan badan sebentar, sambil membersihkan kamar, ada perasaan lain lagi yang muncul… Aku koq malah jadi sangat amat bersyukur, aku hidup tidak di dunia “fairyland”. Ya, belum tentu aku hidup dengan kehidupan dan orang-orang yang terlihat bersahaja itu, aku bisa selalu mengingat mati. Wong, kehidupan yang pas-pasan seperti sekarang aja aku masih lebih sering lupa daripada ingat mati. Hiks!

Akhirnya, seperti biasa, aku menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum simpul dan berkata dalam hati “welcome to the real world” ya, hidup yang nyata, yang begitu banyak menyimpan rahasia yang siap untuk diungkap, bukan bagi pemimpi-pemimpi yang tidak pernah bangun dari tidurnya, tapi buat pemimpi yang setelah bermimpi mewujudkan impiannya!

I love my live!

MA – Jkt, 18 May 2007, 07.10 AM, bright morning….

 

Kesempatan Mei 16, 2007

Filed under: Renungan — muliaarif @ 12:45 am

Kesempatan itu biasanya datang sekali, kalau datang dua kali wah rejeki nomplok deh tuh. Seperti hari ini, aku dapat kesempatan yang mungkin banyak orang akan berjuang untuk mendapatkan, tapi bagi aku yang tinggal berusaha meniti untuk satu titian anak tangga lagi, sama sekali tidak tergerak untuk mencapainya. Imagine, you can get many experinces, jalan-jalan di tempat yang baru, bertemu orang baru dan yang paling penting adalah keluar dari comfort zone.

Aku ingat dulu aku pernah menampik satu kesempatan besar yang mungkin saja bisa mengubah hidupku. Waktu itu karena aku memang merasa kompetensiku belum sampai. Nah, kalau saat ini bukan lagi karena kompetensi, tapi karena tanggung jawab. Entahlah, mungkin tanggung jawab itu adalah keniscayaan saja. Mungkin karena aku sudah begitu binded dengan apa yang akan aku tinggalkan, aku sayang dengan orang-orang di sekelilingku. They are part of my life….

Jadi, kalaupun aku gadaikan kesempatan ini dengan tetap di posisi yang sama maka aku tidak akan menyesal, karena aku yakin bahwa aku berkorban untuk apa yang aku yakini dan apa yang aku cintai. Semoga kesempatan itu berubah menjadi rejeki nomplok di hari-hari yang akan datang…

MA – Jkt, 16 May 2007 – 07.42 AM Silent morning…

 

Makna yang bersarat… Mei 15, 2007

Filed under: Renungan — muliaarif @ 12:25 am

Coba telaah, apa saja yang sudah kita lewati. Mungkin banyak hal yang kita lalui, tanpa kita maknai bahwa proses itu adalah pendewasaan jiwa.

Jiwa yang sarat akan makna, mengarahkan pada rasa syukur yang mendalam pada sang Khalik. Betapa kecilnya “aku” bahkan “aku” bukan siapa-siapa, aku hanya debu yang beterbangan di antara tiupan angin. Not event close!

Terus kenapa aku masih saja menyombongkan apa yang aku punya? masih saja merasa bisa menyelesaikan semuanya sendiri.

Ya Allah, tolong bukakan pintu rahasia itu, sehingga aku betul-betul bisa jadi muslimuun, bisa bertemu denganMu “face to face” kapan saja Engkau ijinkan. Ajarkan aku menjadi nol, kosong, empty, sehingga aku bisa menikmati indahnya Rahman dan RahimMu. Sehingga aku bergantung sepenuhnya hanya kepadaMu…

MA – Jkt, 15 May 07 – 7.22 AM, gerimis….

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.